PORTAL7.CO.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut baik capaian luar biasa dari Danantara Indonesia dalam hal kinerja keuangan selama tahun 2025. Ia menyampaikan kegembiraannya atas laporan kenaikan signifikan pada indikator Return on Asset (ROA) perusahaan tersebut.
Kabar positif ini disampaikan langsung oleh Presiden saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada hari Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut informasi yang diterima, pertumbuhan ROA Danantara Indonesia pada tahun 2025 berhasil melampaui angka 300 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pencapaian ini menjadi sorotan utama dalam evaluasi kinerja tahunan perusahaan BUMN tersebut.
"Saya dapat laporan saya cukup gembira return on asset 1 tahun di 2025 dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen," ujar Prabowo Subianto dalam sambutannya.
Presiden menilai bahwa konsolidasi manajemen di bawah satu kendali terbukti menjadi strategi yang tepat. Langkah ini memungkinkan pengelolaan lebih dari 1.000 perusahaan secara rasional dengan mengadopsi standar operasional global.
Meskipun lonjakan kinerja tersebut patut diapresiasi, Kepala Negara mengingatkan bahwa angka tersebut belum memenuhi standar ideal ROA sebuah perusahaan yang sehat. Standar tersebut seharusnya berada di kisaran minimal 10 persen hingga 15 persen.
Presiden Prabowo Subianto kemudian memaparkan target ambisius untuk Danantara ke depan. Ia mengharapkan Danantara mampu mencapai ROA minimal 5 persen agar dapat menyumbang devisa negara sebesar USD 50 miliar atau setara Rp800 triliun setiap tahunnya.
Untuk memastikan target besar tersebut tercapai di tengah ketidakpastian global, Presiden memberikan instruksi khusus kepada CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Rosan Perkasa Roeslani ditugaskan untuk terus memacu performa tim pelaksana.
"Dalam tahun pertama ini walau saya ucapkan terima kasih saya ucapkan selamat atas prestasi saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh," tutur Presiden Prabowo Subianto.