PORTAL7.CO.ID - Temple Israel di West Bloomfield Township menunjukkan ketegaran luar biasa dengan tetap menggelar ibadah Shabbat hanya sehari setelah tempat ibadah mereka menjadi sasaran serangan. Komunitas jemaat berkumpul pada Jumat malam untuk melaksanakan ibadah di Shenandoah Country Club, yang berlokasi tepat di seberang sinagoge yang mengalami kerusakan.

FBI telah mengonfirmasi identitas pelaku penyerangan sebagai Ayman Mohamad Ghazali (41), yang dilaporkan tewas akibat menembak dirinya sendiri di kepala. Peristiwa tragis ini terjadi setelah Ghazali mengendarai truk dan menabrakkan diri ke Temple Israel pada tanggal 12 Maret lalu.

Insiden tersebut memicu baku tembak singkat dengan petugas keamanan di lokasi kejadian, sebelum akhirnya pelaku mengakhiri hidupnya sendiri. Dalam baku tembak tersebut, satu orang petugas keamanan dilaporkan mengalami luka-luka setelah tertabrak oleh truk yang dikendarai oleh Ghazali.

Dalam konferensi pers yang digelar pada 13 Maret, Special Agent in Charge Jennifer Runyan dari FBI Detroit Field Office memberikan rincian penting mengenai temuan di lokasi kejadian. FBI menemukan bahwa truk yang digunakan Ghazali membawa sejumlah besar kembang api serta jeriken berisi cairan yang diduga kuat adalah bensin atau cairan mudah terbakar lainnya.

Lebih lanjut, Runyan mengungkapkan bahwa investigasi awal menunjukkan bahwa Ghazali telah membeli kembang api dengan nilai sekitar $2.000 beberapa hari sebelum melancarkan aksinya tersebut. Pembelian dalam jumlah besar ini mengindikasikan adanya perencanaan yang matang sebelum serangan terjadi, dilansir dari detroitnews.com.

Pihak berwenang saat ini masih menahan diri untuk tidak berspekulasi mengenai motif pasti di balik serangan tersebut, mengingat investigasi masih berjalan secara intensif. FBI secara aktif meminta bantuan publik, mengajak siapa pun yang memiliki foto atau video terkait serangan untuk segera mengirimkannya melalui saluran tip digital FBI atau menghubungi nomor 1-800-CALL-FBI.

FBI juga telah merilis kronologi rinci mengenai kejadian serangan tersebut, meskipun detail spesifik kronologi tersebut tidak dipaparkan lebih lanjut dalam laporan ini. Meskipun kerusakan fisik pada bangunan dan interior sinagoge cukup signifikan, termasuk kerusakan pada barang-barang keagamaan suci, para pemimpin Temple Israel menunjukkan tekad kuat untuk segera bangkit.

"Kami akan bangkit. Kami selalu melakukannya," tegas Rabbi Paul Yedwab, menyampaikan semangat komunitas dalam menghadapi cobaan berat ini. Selain pelaku yang tewas, tidak ada korban jiwa lainnya dalam insiden yang sempat membuat gedung dipenuhi asap tersebut.

Direktur keamanan Temple Israel, Danny Phillips, menderita luka saat berupaya keras mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan memastikan keselamatan jemaat. Saat truk menabrak gedung, sistem sprinkler aktif dan berdampak pada kerusakan buku-buku doa serta barang-barang penting lainnya.