PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengambil langkah strategis untuk menjamin keberlangsungan layanan publik, khususnya sektor kesehatan dan keamanan, selama periode libur Lebaran dan cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah. Instruksi ini dikeluarkan langsung oleh Wali Kota Surabaya kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Langkah utama yang diambil adalah pengaturan jadwal piket yang ketat di semua lini layanan penting. Tujuannya adalah memastikan bahwa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan Puskesmas tetap siaga memberikan pelayanan tanpa henti kepada warga.

Muhammad Fikser, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, menyampaikan bahwa operasional pelayanan dasar tidak boleh mengalami jeda sama sekali selama masa libur panjang tersebut. Hal ini berlaku bagi warga yang sedang mudik maupun mereka yang memilih untuk menetap di Kota Pahlawan.

Pernyataan ini disampaikan Fikser saat mengisi program khusus di Radio Suara Surabaya, Semanggi Suroboyo, pada hari Jumat (13/3/2026). Ia menegaskan tanggung jawab struktural pemerintah dalam menjaga kontinuitas layanan.

"Layanan yang tetap harus berjalan ya, rumah sakit, layanan yang lain itu juga harus tetap standby untuk memberikan layanan kepada warga yang membutuhkan. Piket ini diatur mulai dari skala kota, di mana kami semua yang struktural itu menjadi komando pada hari itu," ujar Muhammad Fikser.

Selain kesiapan layanan kesehatan, Pemkot Surabaya juga memberikan perhatian serius terhadap aspek keamanan rumah warga yang ditinggalkan mudik. Warga diimbau secara proaktif untuk mematikan aliran listrik dan air sebelum meninggalkan kediaman mereka.

Untuk memperkuat keamanan lingkungan, Pemkot mendorong warga untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan memastikan portal atau one gate system di gang-gang pemukiman berfungsi. Koordinasi dengan pengurus RT/RW setempat sangat ditekankan dalam hal ini.

Jaringan CCTV di seluruh kota juga akan dioptimalkan fungsinya, tidak hanya sebagai alat pengungkapan kasus kriminalitas pasca-kejadian, tetapi juga sebagai pencegah dini kejahatan. Fokus khusus diberikan pada pencegahan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap meningkat menjelang hari raya.

"CCTV ini diminta untuk dilakukan secara masif. Sebenarnya CCTV ini untuk membantu mengungkapkan kasus secara cepat kalau itu kejadian, bisa juga untuk memberikan peringatan niat jahat. Portal-portal tetap ya, koordinasi dengan RT/RW mana-mana saja yang harus ditutup," pungkas Muhammad Fikser.