PORTAL7.CO.ID - Kementerian Agama Republik Indonesia telah mengambil langkah persiapan awal untuk menentukan jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah konkret ini diwujudkan melalui penetapan sebanyak 117 lokasi resmi di seluruh wilayah Indonesia sebagai titik pemantauan hilal.
Penetapan lokasi ini merupakan bagian integral dari metode rukyat yang selama ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam Sidang Isbat penentuan awal bulan Syawal. Metode ini bertujuan memastikan akurasi penentuan akhir bulan Ramadan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, memberikan keterangan resmi mengenai proses yang akan dijalankan oleh kementerian. Penetapan resmi 1 Syawal 1447 H akan sangat bergantung pada laporan valid dari observasi hilal di seluruh titik yang telah ditentukan tersebut.
"Penetapan awal Syawal 1447 H akan ditentukan berdasarkan laporan hasil rukyatulhilal dari berbagai daerah," ujar Abu Rokhmad. Laporan tersebut kemudian akan menjadi bahan utama pembahasan dalam forum Sidang Isbat yang akan datang.
Informasi mengenai persiapan ini dilansir dari laman resmi Kemenag.go.id pada hari Rabu, 18 Maret 2026. Tanggal ini menandai dimulainya fase penting dalam kalender keagamaan umat Islam di Indonesia.
Titik pengamatan hilal yang ditetapkan oleh Kemenag tersebar secara merata, membentang dari ujung barat Indonesia di Aceh hingga wilayah timur seperti Papua. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mencakup seluruh wilayah geografis nusantara.
Menariknya, dalam daftar lokasi yang ditetapkan tahun ini, terdapat penambahan titik pengamatan baru yang signifikan. Salah satunya adalah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, tepatnya di Rumah Susun ASN Tower D.
Penambahan lokasi baru di IKN ini mengindikasikan upaya integrasi pusat pemerintahan baru dalam prosesi keagamaan nasional. Lokasi-lokasi ini telah disiapkan secara teknis untuk mendukung proses observasi yang akurat.
Beberapa provinsi yang masuk dalam daftar lokasi pengamatan hilal meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Ini hanya sebagian kecil dari total 117 lokasi yang tersebar.