JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 143 juta orang. Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko kemacetan panjang dan kecelakaan lalu lintas, mengingat mayoritas pemudik diprediksi masih akan menggunakan kendaraan pribadi.
Strategi terintegrasi yang disiapkan pemerintah meliputi program Angkutan Motor Gratis (Motis), penyediaan ratusan titik istirahat (rest area) tambahan, hingga penguatan infrastruktur penyeberangan di titik krusial seperti Pelabuhan Gilimanuk.
“Kami memastikan seluruh kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran,” ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, dalam keterangan resminya di Jakarta.
Program Motis 2026: Targetkan 11.900 Sepeda Motor
Salah satu program prioritas dalam pengamanan arus mudik tahun ini adalah Angkutan Motor Gratis (Motis) 2026. Kemenhub menyediakan kuota pengiriman hingga 11.900 unit sepeda motor dengan kapasitas penumpang mencapai 28.000 orang.
Program ini bertujuan untuk menekan penggunaan sepeda motor di jalur utama mudik yang selama ini menjadi penyumbang angka kecelakaan tertinggi. Dengan mengalihkan kendaraan roda dua ke moda transportasi yang lebih aman, risiko kecelakaan diharapkan dapat turun signifikan.
Pemerintah telah menetapkan sejumlah titik keberangkatan Motis di terminal utama Jakarta, antara lain Terminal Kampung Rambutan, Lebak Bulus, dan Pulogebang. Peserta diwajibkan memenuhi persyaratan administratif, menggunakan helm berstandar SNI, serta dilarang membawa barang bawaan berbahaya.
Optimalisasi 177 Terminal dan 48 UPPKB sebagai Rest Area
Guna mengatasi kepadatan di rest area jalan tol, pemerintah akan menyulap 177 terminal dan 48 Unit Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) menjadi fasilitas istirahat tambahan bagi pemudik. Langkah ini diharapkan dapat mendistribusikan konsentrasi pemudik agar tidak menumpuk di satu titik.
Fasilitas yang tersedia di titik-titik tersebut mencakup tempat ibadah, ruang istirahat, layanan kesehatan darurat, hingga dukungan logistik dasar. Selain itu, petugas juga akan melakukan pemeriksaan kendaraan untuk mencegah praktik Over Dimension Over Load (ODOL).
“Dengan sebaran titik istirahat yang lebih luas, pemudik tidak perlu memaksakan diri. Ini sangat penting untuk menjaga stamina pengemudi dan keselamatan perjalanan,” tambah Allan.