PORTAL7.CO.ID - Perhatian khusus terhadap nasib para pendidik non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Utara kini menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara tegas telah memberikan instruksi agar gaji guru honorer mendapatkan kenaikan secara berkala setiap tahunnya.
Arahan penting ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bobby Nasution dalam momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026. Acara tersebut turut dirangkai dengan pembukaan Gebyar dan Expo yang diselenggarakan di Lapangan Astaka, Deli Serdang, pada Sabtu (2/5/2026).
Kebijakan peningkatan upah ini secara spesifik menyasar dua kategori utama, yaitu Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu serta Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengabdi di wilayah Sumatera Utara. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyejahterakan mereka yang telah berkontribusi besar bagi dunia pendidikan.
Bobby Nasution menekankan bahwa alokasi anggaran untuk kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama, bahkan di atas sektor non-kependidikan lainnya. Hal ini menunjukkan pergeseran fokus dalam pengelolaan keuangan daerah yang kini lebih mengutamakan sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Gubernur Bobby Nasution menyampaikan harapannya agar implementasi kenaikan gaji ini dapat segera direalisasikan mulai tahun anggaran berikutnya. Ia secara eksplisit meminta adanya peningkatan bertahap demi menciptakan kondisi yang lebih baik bagi para guru.
"Saya minta kesejahteraan guru diperhatikan sebaik-baiknya, jangan malah yang bukan guru lebih besar gajinya. Terutama untuk PPPK Paruh Waktu dan GTT. Tolong tahun depan naikkan lagi, tiap tahun meningkat biar guru-guru kita lebih sejahtera," ucap Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara.
Selain fokus pada aspek finansial, Gubernur juga menyoroti pentingnya pembenahan fasilitas fisik di lingkungan sekolah. Penguatan sarana dan prasarana dianggap krusial sebagai pendukung utama dalam mengasah kompetensi siswa.
Menurut Bobby, fasilitas pembelajaran yang memadai akan memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal, sehingga siswa tidak tertinggal dalam persaingan global. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong pembelajaran mendalam atau deep learning.
"Pemprov pastikan fasilitas pembelajaran memadai sehingga anak-anak kita belajar dengan baik. Langkah tersebut agar siswa-siswa tidak kalah saing dan mampu menjawab tuntutan deep learning yang digaungkan Kementerian Pendidikan," ujar Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Utara.