PORTAL7.CO.ID - Badan Pengawas, Etika, dan Disiplin UEFA telah memberikan keputusan final mengenai keberatan resmi yang diajukan oleh FC Barcelona. Protes tersebut berkaitan dengan isu krusial mengenai keputusan penalti yang luput dalam pertandingan leg pertama perempatfinal Liga Champions.

Keputusan otoritas tertinggi sepak bola Eropa ini disampaikan pada hari Senin, 13 April 2026, setelah meninjau insiden yang terjadi pada laga pekan sebelumnya. Hasilnya, keberatan yang diangkat oleh klub asal Catalan tersebut dinyatakan tidak dapat diterima oleh komite disiplin.

Protes ini muncul sebagai respons atas kekalahan yang diderita Barcelona dengan skor akhir 0-2 di kandang mereka, Stadion Camp Nou, dalam pertemuan krusial tersebut. Kekalahan ini jelas menyulitkan langkah mereka menuju babak semifinal kompetisi elite Eropa.

Insiden yang menjadi inti permasalahan terjadi pada menit ke-54 pertandingan yang diselenggarakan pada Rabu, 8 April 2026. Fokus utama adalah dugaan handball yang dilakukan oleh bek Atletico Madrid, Marc Pubill, di dalam kotak terlarang.

Peristiwa tersebut bermula dari sebuah skema tendangan gawang yang dilepaskan oleh kiper Atletico, Juan Musso. Barcelona berargumen bahwa bola sudah dinyatakan hidup saat Pubill melakukan kontak dengan tangan di area penalti.

Namun, wasit utama yang memimpin jalannya pertandingan, Istvan Kovacs, memutuskan untuk tidak memberikan tendangan penalti. Keputusan wasit asal Rumania itu juga tidak melibatkan peninjauan ulang melalui sistem asisten video wasit (VAR).

Kubu Barcelona merasa sangat dirugikan oleh keputusan wasit tersebut, yang kemudian memicu reaksi keras hingga berujung pada pengajuan komplain resmi kepada federasi Eropa. Hal ini dikonfirmasi oleh otoritas UEFA dalam pernyataan resminya.

"Setelah leg pertama perempatfinal Liga Champions UEFA antara Barcelona dan Atletico Madrid yang digelar pada Rabu, 8 April 2026, Barcelona mengajukan protes terkait keputusan wasit. Pada 13 April 2026, Badan Pengawas, Etika, dan Disiplin UEFA menyatakan protes tersebut tidak dapat diterima," demikian bunyi keputusan resmi UEFA.

Keputusan UEFA ini menguatkan hasil akhir pertandingan leg pertama, yang berarti Barcelona harus menghadapi tugas berat di leg kedua. Mereka harus mengejar defisit dua gol saat melawat ke kandang Atletico Madrid pada Rabu (15/4) dini hari WIB.