PORTAL7.CO.ID - Federasi sepak bola dunia (FIFA) telah memberikan penegasan final mengenai status Iran sebagai peserta Piala Dunia 2026. Otoritas tertinggi sepak bola global tersebut secara resmi menolak proposal yang diajukan untuk menggantikan posisi Timnas Iran dengan Italia dalam putaran final mendatang.

Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang muncul pasca adanya manuver diplomatik dari pihak tertentu. Penegasan FIFA memastikan bahwa Iran tetap terdaftar sebagai salah satu kontestan sah dalam ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.

Permintaan untuk mencoret Iran dan memasukkan Italia sebagai pengganti datang dari Pemerintah Amerika Serikat. Usulan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya perbaikan hubungan bilateral yang sempat mengalami ketegangan dengan Iran.

Dilansir dari Detikcom, usulan ini pertama kali mengemuka setelah Paolo Zampolli, yang menjabat sebagai Utusan Presiden Amerika Serikat, mengadakan pertemuan bilateral dengan pihak Italia. Italia sendiri sebelumnya dipastikan gagal lolos setelah menelan kekalahan dari Bosnia-Herzegovina dalam babak playoff kualifikasi.

Ketegangan politik yang melatarbelakangi isu ini dipicu oleh kritik keras yang dilontarkan oleh mantan Presiden AS Trump terhadap Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV. Kritik ini muncul setelah Paus menyatakan penolakan terhadap rencana serangan militer AS ke wilayah Iran.

Pemerintah Italia, melalui Perdana Menteri Giorgia Meloni, juga sempat menjadi sasaran komentar tajam dari Trump. Hal ini disebabkan karena PM Meloni dinilai tidak memberikan dukungan penuh terhadap rencana invasi yang diusulkan oleh Amerika Serikat ke Iran.

Meskipun tekanan politik untuk mengganti Iran terus mengalir dari berbagai pihak, FIFA menunjukkan sikap konsisten untuk tidak mengubah keputusan awal mereka mengenai daftar peserta turnamen. FIFA disebut tidak memiliki rencana sedikit pun untuk mencoret Iran dari daftar peserta.

"FIFA tidak memiliki rencana sedikitpun untuk melakukan pencoretan terhadap Iran," sebut BBC dalam pemberitaannya mengenai situasi ini. Federasi menegaskan komitmennya agar Iran dapat berpartisipasi penuh dalam ajang dwi-tahunan yang akan diselenggarakan di Amerika Utara tersebut.

Sikap tegas FIFA ini sejalan dengan pernyataan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dukungan tersebut disampaikan secara langsung saat Infantino mengadakan pertemuan dengan perwakilan Federasi Sepakbola Iran di Antalya, Turki, pada bulan lalu.