PORTAL7.CO.ID - Kementerian Haji dan Umrah telah mengeluarkan kebijakan resmi yang melarang seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk memungut biaya tambahan dari jemaah haji Indonesia. Langkah tegas ini diambil untuk menjaga ketertiban layanan selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Kebijakan ini merupakan upaya preventif pemerintah untuk memitigasi potensi gangguan kenyamanan yang mungkin dialami oleh para tamu Allah selama berada di Tanah Suci. Otoritas terkait juga telah menyiapkan mekanisme sanksi berat bagi individu atau kelompok yang terbukti melanggar ketentuan mengenai biaya bimbingan ini.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Sabtu, 25 April 2026. Pihak kementerian menekankan pentingnya kepatuhan semua pihak penyelenggara bimbingan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan peringatan keras terkait pungutan biaya yang tidak semestinya. "Kami perlu menegaskan kepada KBIHU agar tidak memungut tambahan biaya apapun kepada jemaah haji. Kami akan menindak tegas oknum-oknum yang melakukan pelanggaran," ujar Maria Assegaf dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dilansir dari Cahaya, kebijakan ini dikeluarkan seiring dengan progres keberangkatan jemaah haji Indonesia yang terus berjalan. Data per 24 April 2026 menunjukkan bahwa sudah ada 56 kloter jemaah yang diberangkatkan, berjumlah total 22.051 orang.

Dari total jemaah tersebut, tercatat sebanyak 45 kloter atau sekitar 17.747 jemaah telah berhasil tiba di Madinah. Kedatangan ini menandai dimulainya fase ibadah di kota suci tersebut bagi sebagian besar rombongan Indonesia.

Selain isu biaya, Maria Assegaf juga mengingatkan para jemaah untuk mewaspadai dan mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem yang melanda Arab Saudi. Jemaah diminta menjaga kesehatan fisik mereka agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan prima.

Maria Assegaf memberikan saran praktis mengenai antisipasi cuaca panas kepada seluruh jemaah. "Jadi mohon tetap jaga kesehatan, perbanyak minum air putih, gunakan pelindung kepala, dan kenakan pakaian yang nyaman. Manfaatkan waktu untuk istirahat yang cukup untuk bisa menjaga energi. Manfaatkan pula fasilitas hotel yang sudah disiapkan dan utamakan ibadah yang wajib," ucap Maria Assegaf.

Lebih lanjut, kementerian melalui juru bicaranya mengimbau jemaah untuk proaktif dalam berkomunikasi dengan petugas lapangan apabila menghadapi kendala, baik yang bersifat teknis maupun kesehatan. Solidaritas antarjemaah juga menjadi fokus utama dalam menjaga kelancaran prosesi haji.