Sriwijaya FC harus kembali menelan kekalahan pahit saat melakoni laga tandang pada lanjutan kompetisi Championship 2025/2026. Laskar Wong Kito takluk 0-1 di tangan Persekat Tegal dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Stadion Trisanja. Hasil minor ini menambah panjang catatan buruk klub asal Palembang tersebut, yang kini telah menelan kekalahan ke-13 di musim ini.
Pertandingan pekan ke-15 tersebut digelar di markas Persekat, Tegal, pada Sabtu (10/1/2026) sore. Gol tunggal yang dicetak oleh tim tuan rumah sudah cukup untuk mengamankan tiga poin penting bagi mereka. Kemenangan ini membuat Persekat Tegal sedikit menjauh dari zona degradasi, sementara Sriwijaya FC semakin terperosok di dasar klasemen sementara.
Sejak peluit awal dibunyikan, duel antara dua tim penghuni papan bawah klasemen ini didominasi oleh serangan-serangan agresif Persekat Tegal. Meskipun demikian, Sriwijaya FC sempat beberapa kali membangun skema serangan balik yang menjanjikan. Sayangnya, buruknya koordinasi antarlini dan penyelesaian akhir yang tidak efektif membuat semua momentum tersebut terbuang sia-sia.
Kegagalan Sriwijaya FC dalam memaksimalkan peluang menunjukkan adanya masalah fundamental di lini serang mereka. Meskipun tekanan dari tim tuan rumah cukup intens, Laskar Wong Kito sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencuri angka. Transisi dari bertahan ke menyerang seringkali terputus di sepertiga akhir lapangan, sebuah kelemahan yang perlu segera diatasi oleh staf pelatih.
Satu-satunya lini yang patut mendapat pujian dari kubu Sriwijaya FC adalah sektor penjaga gawang. Kiper Rangga Pratama tampil gemilang sepanjang 90 menit pertandingan, berhasil menggagalkan sejumlah peluang emas milik Persekat Tegal. Penampilan apiknya memastikan bahwa Sriwijaya FC hanya kebobolan satu gol, meskipun tekanan yang diterima jauh lebih besar.
Momen krusial akhirnya terjadi ketika Persekat Tegal berhasil memecah kebuntuan dan mencetak gol semata wayang. Gol ini menjadi penentu kemenangan bagi tim tuan rumah dan merusak harapan Sriwijaya FC untuk setidaknya membawa pulang satu poin. Setelah gol tersebut, Persekat bermain lebih solid dalam bertahan dan berhasil mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan kekalahan ini, posisi Sriwijaya FC di Championship 2025/2026 semakin genting dan memerlukan evaluasi total. Tim harus segera menemukan formula kemenangan jika ingin lolos dari jurang degradasi yang semakin mendekat. Laskar Wong Kito kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki performa dan mentalitas menjelang sisa pertandingan musim ini.