PORTAL7.CO.ID - Dunia bulu tangkis internasional dikejutkan dengan kabar emosional dari salah satu putra terbaiknya. Viktor Axelsen, tunggal putra andalan Denmark, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari panggung profesional pada Rabu (15/4/2026).

Keputusan berat ini diambil setelah atlet berusia 32 tahun tersebut berjuang melawan cedera punggung yang memicu rasa sakit saraf berkepanjangan. Kondisi fisik yang kian menurun membuatnya tidak lagi mampu menjalani rutinitas latihan dasar yang diperlukan untuk bersaing di level tertinggi.

Langkah pensiun ini bukan tanpa pertimbangan matang, melainkan hasil dari diskusi panjang dengan tim medis spesialis. Axelsen menegaskan bahwa kesehatan jangka panjang menjadi prioritas utamanya saat ini setelah berkonsultasi dengan para ahli bedah.

"Keputusan ini diambil setelah berkonsultasi dengan dokter bedah yang mengoperasi saya tahun lalu, serta para dokter yang selama ini bekerja sama dengan saya," ujar Viktor Axelsen dilansir dari The Average Not Average Podcast.

Meski memiliki semangat juang yang tinggi untuk tetap berada di lapangan, realita fisik berkata lain bagi sang pemilik dua medali emas Olimpiade ini. Ia mengungkapkan rasa kecewanya karena tidak bisa menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk berhenti secara ideal.

"Sejujurnya bukan saya yang membuat keputusan ini, melainkan tubuh saya yang memutuskannya, dan itulah bagian tersulitnya. Bukannya saya ingin pensiun, tetapi saya memang tidak mampu lagi melakukan latihan yang diwajibkan, meski sangat berat bagi saya karena tidak bisa melakukan tarian terakhir sebelum berhenti," kata Viktor Axelsen.

Prahara cedera ini sebenarnya telah menghantui sang mantan pemain nomor satu dunia tersebut sejak setahun belakangan. Upaya pemulihan intensif yang dijalaninya pasca-operasi ternyata belum membuahkan hasil yang diharapkan untuk kembali ke performa puncak.

"Seperti yang diketahui banyak orang, saya telah berjuang dengan masalah punggung cukup lama. Setelah menjalani operasi pada April tahun lalu dan proses rehabilitasi panjang, sayangnya saya mengalami kemunduran pada Oktober lalu," tutur Viktor Axelsen dilansir dari Badminton Europe.

Sejak turnamen di bulan Oktober tersebut, Axelsen mengaku kesulitan untuk berlatih maupun bertanding secara kompetitif akibat rasa nyeri yang menetap. Hal inilah yang pada akhirnya memaksa dirinya untuk mengambil keputusan sulit demi mengakhiri penderitaan fisiknya.