PORTAL7.CO.ID - Proses arus balik pasca-libur Lebaran tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif dan terkendali dengan baik di berbagai titik. Pengendalian lalu lintas berjalan optimal berkat koordinasi antarinstansi terkait selama periode puncak mudik dan balik.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memberikan apresiasi atas kinerja lapangan yang telah dilakukan oleh jajaran kepolisian. Sebelumnya, sejumlah prediksi sempat mengkhawatirkan kepadatan yang ekstrem.

Namun, pemantauan langsung menunjukkan bahwa skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama ini membuahkan hasil signifikan. Kelancaran arus balik ini menjadi indikator keberhasilan perencanaan transportasi nasional.

Meskipun demikian, tugas kepolisian belum selesai sepenuhnya karena masih ada potensi lonjakan arus balik berikutnya yang perlu diwaspadai. Jajaran kepolisian diminta untuk tetap mempertahankan tingkat kesiapsiagaan tinggi.

Kapolri secara spesifik menyoroti prediksi adanya gelombang kedua arus balik yang diperkirakan akan terjadi pada rentang waktu akhir bulan ini. Antisipasi dini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas kondisi jalan raya.

"Jajaran kepolisian terus siaga mengantisipasi lonjakan lanjutan yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret," ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolri setelah dirinya melakukan kunjungan inspeksi mendadak ke pusat kendali operasional. Lokasi tinjauan tersebut adalah pusat kendali lalu lintas milik Jasa Marga yang berada di wilayah Jatiasih, Bekasi.

Kunjungan ke pusat kendali ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua sistem pemantauan dan pengambilan keputusan berjalan secara terintegrasi dan efektif. Hal ini penting untuk merespons dinamika lalu lintas secara cepat.

Inspeksi ini menegaskan komitmen Polri dalam memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa libur panjang. Fokus kini bergeser pada penanganan arus balik kedua agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.