PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah konkret untuk mengatasi terputusnya akses vital di kawasan Batutulis, Bogor Selatan. Langkah ini berupa pembangunan jalur baru di Jalan Saleh Danasasmita yang diharapkan dapat segera mengembalikan konektivitas warga setempat.
Proyek infrastruktur krusial ini direncanakan untuk segera memasuki tahap lelang dalam waktu dekat. Proses pengadaan ini merupakan langkah awal sebelum dimulainya pekerjaan fisik di lapangan yang sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar.
Dilansir dari bogorplus.id, jadwal yang telah ditetapkan menunjukkan bahwa tahap konstruksi fisik proyek ini diharapkan dapat dimulai pada bulan Mei tahun 2026 mendatang. Penetapan jadwal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menanggapi kebutuhan mendesak warga.
Target penyelesaian proyek ambisius ini ditetapkan pada bulan November 2026. Jika sesuai jadwal, jalur baru ini akan berfungsi penuh untuk melayani kebutuhan transportasi dan mobilitas warga yang terdampak bencana longsor sebelumnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memberikan kepastian mengenai mekanisme pelaksanaan proyek vital ini. Beliau menggarisbawahi bahwa seluruh rangkaian proses lelang akan berada di bawah tanggung jawab penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Seluruh proses lelang akan ditangani Pemprov Jabar dan dimulai pada awal April 2026," ujar Dedie A. Rachim menanggapi perkembangan terbaru mengenai proyek tersebut. Pernyataan ini memberikan kerangka waktu yang jelas bagi publik.
Kepastian jadwal lelang yang akan dimulai pada awal April 2026 menjadi sinyal positif bagi masyarakat Bogor Selatan. Hal ini mengindikasikan percepatan dalam upaya pemulihan infrastruktur pasca-bencana alam yang sempat melumpuhkan area tersebut.
Jalur baru di Jalan Saleh Danasasmita ini dipandang sebagai solusi jangka menengah hingga panjang untuk mengamankan kembali akses utama warga. Pemulihan akses ini sangat penting untuk menjaga kelancaran ekonomi dan sosial di wilayah Batutulis.
Proyek ini merupakan respons langsung terhadap dampak serius yang ditimbulkan oleh longsor di kawasan tersebut. Kerusakan infrastruktur sebelumnya telah menyebabkan kesulitan signifikan bagi aktivitas sehari-hari penduduk lokal.