PORTAL7.CO.ID - PT Air Minum Giri Menang (AMGM) kini berada di titik krusial setelah mencapai batas maksimal kemampuan distribusi air sebesar 1.500 liter per detik. Kondisi ini membuat perusahaan daerah tersebut hanya mampu melayani maksimal sekitar 150 ribu pelanggan di wilayah operasionalnya. Fenomena ini menjadi tantangan serius mengingat kebutuhan masyarakat akan air bersih terus melonjak setiap tahunnya.

Direktur Umum PT AMGM, Sudirman, mengungkapkan bahwa stagnasi kapasitas air ini sudah berlangsung selama enam tahun terakhir tanpa ada penambahan debit yang signifikan. Padahal, animo masyarakat di Kota Mataram serta Kabupaten Lombok Barat untuk mendapatkan sambungan air baru tetap sangat tinggi. Kesenjangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan pelanggan ini menuntut solusi yang cepat dan efektif dari manajemen.

Kendala utama dalam meningkatkan debit air adalah tingginya biaya investasi yang diperlukan untuk memperluas jaringan infrastruktur pipa. Sudirman mengakui bahwa saat ini kas internal PT AMGM belum sanggup membiayai proyek perluasan skala besar tersebut secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis agar pelayanan publik tidak terganggu meskipun anggaran investasi perusahaan masih terbatas.

Sebagai langkah antisipasi, manajemen perusahaan telah merancang beberapa skema darurat, termasuk rencana penyesuaian tarif bagi segmen pelanggan tertentu. "Sisa debit air itu biasanya ada di tengah malam. Walaupun hanya sedikit, air di tengah malam itu kami tampung untuk kami dorong pada jam-jam puncak," jelas Sudirman saat memaparkan solusi teknisnya.

Selain rencana kenaikan tarif bagi pelanggan kelas menengah ke atas, PT AMGM juga menggandeng para pengembang properti untuk membangun fasilitas penyimpanan. Pembangunan ground tank baru menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas tekanan air di kawasan pemukiman padat penduduk. Skema kolaborasi ini diharapkan dapat menyeimbangkan distribusi air antara pelanggan lama dan calon pelanggan baru.

Pemanfaatan ground tank ini diklaim mampu mengoptimalkan sisa debit air yang biasanya melimpah pada saat aktivitas warga menurun di malam hari. Air yang tertampung tersebut nantinya akan disalurkan kembali secara maksimal ketika memasuki waktu penggunaan puncak di pagi dan sore hari. Strategi teknis ini dianggap paling rasional untuk dijalankan di tengah keterbatasan modal investasi saat ini.

Melalui berbagai upaya tersebut, PT AMGM optimistis tetap bisa meningkatkan kualitas layanan dan menambah jangkauan sambungan secara bertahap. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara manajemen perusahaan, pengembang, dan kesadaran pelanggan dalam menggunakan air secara bijak. Harapannya, hambatan distribusi ini tidak sampai mengganggu aktivitas ekonomi dan kebutuhan domestik masyarakat.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/pt-amgm-hadapi-batas-kapasitas-air