PORTAL7.CO.ID - Kuda pacu sensasional, Golden Tempo, dipastikan tidak akan melanjutkan ambisinya meraih Triple Crown setelah diputuskan absen dari ajang Preakness Stakes. Keputusan ini secara resmi mengakhiri perjuangan mereka di seri kedua balapan bergengsi tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Keputusan mengejutkan ini diumumkan secara resmi pada Rabu waktu setempat oleh pelatih Golden Tempo, Cherie DeVaux. Pengumuman ini disampaikan melalui pernyataan tertulis yang ditujukan kepada publik dan penggemar balap kuda.
Langkah ini menjadikan Golden Tempo sebagai pemenang Kentucky Derby ketiga dalam kurun waktu lima tahun terakhir yang memilih untuk tidak mengikuti Preakness Stakes. Keputusan ini tentu menimbulkan reaksi beragam di kalangan komunitas balap kuda internasional.
Pelatih Cherie DeVaux menjelaskan bahwa prioritas utama tim adalah kesejahteraan fisik atlet berkuda mereka pasca kemenangan besar. "Golden memberi kami perlombaan terbaik dalam hidupnya di Kentucky Derby, dan kami percaya keputusan terbaik untuknya ke depan adalah memberinya waktu istirahat lebih banyak setelah upaya luar biasa tersebut," ujar DeVaux.
Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi fisik sang kuda setelah tampil maksimal di Churchill Downs dua pekan sebelumnya. Kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang kuda tersebut menjadi pertimbangan fundamental tim pelatih.
"Kesehatan, kebahagiaan, dan masa depan jangka panjangnya akan selalu menjadi prioritas utama kami," tambah DeVaux, menegaskan fokus pada durabilitas karier sang juara. Setelah masa istirahat ini, tim berencana mengalihkan fokus persiapan menuju Belmont Stakes yang akan diselenggarakan pada 6 Juni di Saratoga.
Golden Tempo sendiri meraih kemenangan dramatis dalam Kentucky Derby pada 2 Mei di Churchill Downs, mengungguli pesaing terdekatnya, Renegade, dengan margin tipis. Keputusan mundur ini mengikuti jejak pemenang Derby sebelumnya seperti Rich Strike (2022) dan Sovereignty (2025) yang juga melewatkan Preakness.
Dikutip dari pernyataan resmi, DeVaux juga menyoroti perubahan karakteristik kuda pacu modern dibandingkan era sebelumnya. "Triple Crown sulit dimenangkan karena suatu alasan," kata DeVaux.
Ia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap tradisi balap kuda meskipun tantangan saat ini berbeda dengan masa lalu. "Saya menghargai sejarahnya. Kuda-kuda saat ini jelas berbeda. Mereka tidak dibangun sama. Mereka tidak dilatih sama seperti dulu. Namun, zaman sekarang telah menunjukkan bahwa itu bisa dilakukan dengan kuda yang tepat," kata DeVaux.