Jakarta, MAHATVA.ID — Menjelang akhir Februari 2026, pasar mulai menanti pengumuman pemenang tender tahap pertama proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik yang digelar oleh . Proyek strategis nasional ini dinilai akan menjadi katalis penting bagi transformasi sektor energi sekaligus pengelolaan sampah perkotaan.
Sebanyak 24 perusahaan, mayoritas berasal dari luar negeri dan bergerak di bidang teknologi pengolahan sampah, telah lolos tahap seleksi awal. Sesuai ketentuan tender, seluruh peserta diwajibkan menggandeng mitra domestik, sehingga membuka peluang strategis bagi emiten yang telah memiliki eksposur pada rantai nilai WTE, baik sebagai pengembang proyek, kontraktor EPC, maupun penyedia material dan infrastruktur pendukung.
Lead of Waste-to-Energy BPI Danantara, Fadli Rahman, menegaskan bahwa konsorsium yang dibentuk diharapkan tidak hanya fokus pada proyek, tetapi juga mampu menghadirkan transfer teknologi kepada perusahaan lokal maupun pemerintah daerah.