PORTAL7.CO.ID - Sebuah penemuan arkeologis penting baru-baru ini mengguncang dunia sejarah di Tiongkok tengah, menyingkap kemajuan luar biasa dalam pengelolaan sumber daya air pada masa lampau. Penemuan ini memberikan gambaran jelas mengenai canggihnya tata kota peradaban awal di kawasan tersebut.

Para peneliti berhasil mengidentifikasi sebuah jaringan kanal air buatan yang diperkirakan telah berusia sekitar 4.000 tahun di wilayah tersebut. Keberadaan sistem hidrolik purba ini menunjukkan tingkat perencanaan teknik sipil yang tinggi di era tersebut.

Sistem pengelolaan air yang terintegrasi dan sangat canggih ini ditemukan di lokasi yang dikenal sebagai Situs Wangchenggang. Situs bersejarah ini terletak strategis di Provinsi Henan, yang kini menjadi fokus utama penelitian arkeologi Tiongkok.

Temuan ini diyakini menjadi petunjuk krusial untuk memahami fase awal perkembangan peradaban Tiongkok secara lebih mendalam. Secara spesifik, penemuan ini sangat erat kaitannya dengan periode awal yang diyakini sebagai masa Dinasti Xia.

"Penemuan arkeologis signifikan di China tengah baru-baru ini mengungkap kemajuan luar biasa dalam tata kota dan pengelolaan sumber daya air pada masa lampau," ujar salah satu tim peneliti, seperti dikutip dari JABARONLINE.COM.

Lebih lanjut, temuan ini secara eksplisit mengidentifikasi adanya jaringan kanal air buatan yang diperkirakan telah berdiri sejak empat milenium silam. Hal ini menandakan adanya kebutuhan pengelolaan air yang kompleks pada masa itu.

"Para peneliti berhasil mengidentifikasi jaringan kanal air buatan yang diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun di wilayah tersebut," tambah pernyataan resmi tim arkeolog, sebagaimana dilansir dari JABARONLINE.COM.

Sistem pengelolaan air yang terbukti canggih ini ditemukan di Situs Wangchenggang, yang lokasinya berada di Provinsi Henan, China. Lokasi ini kini menjadi pusat perhatian akademisi internasional.

"Temuan ini diyakini memberikan petunjuk penting mengenai fase awal perkembangan peradaban China, khususnya terkait dengan masa Dinasti Xia," pungkas JABARONLINE.COM dalam pemberitaan mereka mengenai dampak temuan ini.