PORTAL7.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari kancah Major League Soccer (MLS) setelah Javier Mascherano memutuskan untuk menanggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Inter Miami. Langkah pengunduran diri ini diambil pada pekan kedua April 2026 di tengah bergulirnya kompetisi musim baru yang penuh tantangan.
Keputusan tersebut muncul menyusul catatan kurang memuaskan dari klub berjuluk The Herons tersebut di awal musim kompetisi. Inter Miami tercatat hanya mampu mengamankan tiga kemenangan dari tujuh pertandingan pembuka yang telah mereka jalani sejauh ini.
Berdasarkan data statistik yang dilansir dari Detik Sport, klub yang berbasis di Florida ini masih tertahan di peringkat ketiga klasemen Wilayah Timur. Meski berada di papan atas, selisih gol tim tergolong sangat tipis dan minimalis, yakni hanya surplus satu gol.
Tekanan terhadap kursi kepelatihan semakin meningkat setelah Inter Miami dipastikan tersingkir dari ajang bergengsi Concacaf Champions Cup. Langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah ditaklukkan oleh rival domestik mereka, Nashville SC.
Performa tim juga menjadi sorotan tajam karena kegagalan mereka meraih poin penuh di markas baru mereka, Nu Stadium. Dalam dua laga perdana di stadion tersebut, skuat asuhan Mascherano gagal memberikan hasil maksimal bagi para pendukungnya.
Penurunan performa tim diduga kuat berkaitan erat dengan hilangnya keseimbangan skuat setelah dua pemain veteran, Sergio Busquets dan Jordi Alba, memutuskan gantung sepatu. Keduanya resmi pensiun pada akhir musim kompetisi tahun lalu dan meninggalkan lubang besar di lini tengah serta pertahanan.
Di balik keputusan mundur ini, muncul spekulasi mengenai potensi keretakan hubungan antara Mascherano dengan sang kapten, Lionel Messi. Pengaruh besar Messi di ruang ganti disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keharmonisan tim, meski keduanya pernah menjadi rekan setim di Barcelona.
Namun, Mascherano dengan tegas membantah adanya isu konflik internal tersebut dan menyatakan keinginannya untuk mencari tantangan baru. Sejak menjabat pada November 2024, ia telah memimpin tim dalam 67 pertandingan dengan rasio kemenangan mencapai 55,2 persen.
"Saya ingin publik memahami bahwa keputusan untuk berhenti sebagai pelatih didasari oleh alasan pribadi, namun saya akan selalu mengenang momen manis saat meraih gelar juara pertama dan mendoakan kesuksesan klub di masa depan," ujar Mascherano.