PORTAL7.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tengah gencar melakukan upaya penambahan amunisi di sektor lini serang Timnas Indonesia melalui program naturalisasi pemain. Salah satu nama yang kini mencuat dan berpotensi besar untuk dinaturalisasi adalah Luke Vickery.
Luke Vickery, yang saat ini bermain di A-League untuk klub Macarthur FC, memiliki ikatan darah dengan Indonesia dari garis keturunan sang nenek. Staf Khusus Menteri Hukum Republik Indonesia, Noor Korompot, mengonfirmasi bahwa Vickery masuk dalam daftar pemain keturunan yang masih dipantau oleh otoritas terkait.
Selain Luke Vickery, nama Demiane Agustien juga disebut sebagai salah satu pemain keturunan lainnya yang sedang dalam pantauan intensif untuk proses administrasi kedepannya. Hal ini menunjukkan keseriusan PSSI dalam memperkuat skuad Garuda di berbagai posisi.
Pemain berusia 20 tahun tersebut telah memberikan respons positif mengenai kemungkinan untuk membela Skuad Garuda di masa mendatang. Ia menyatakan kesiapannya untuk menjadi salah satu alternatif pilihan di lini penyerangan tim nasional Indonesia.
Data performa Luke Vickery musim ini cukup menjanjikan, di mana ia telah mengumpulkan 1.154 menit bermain dalam 19 pertandingan bersama Macarthur FC. Dalam kesempatan tersebut, ia berhasil menyumbang empat gol dan satu assist untuk timnya, dilansir dari BolaSport.com.
Vickery menjelaskan secara rinci mengenai silsilah keluarganya yang menghubungkannya dengan tanah air. "Nenek saya lahir di Indonesia, di Sumatra, kemudian orang tua dia lahir di Belanda," kata Vickery dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube Yussa Nugraha.
Pemain yang lahir di Hawaii, Amerika Serikat ini juga mengungkapkan bahwa dirinya sudah menjalin komunikasi dengan pelatih kepala Timnas Indonesia saat itu, John Herdman. Hal ini mengindikasikan bahwa proses pendekatan sudah berjalan secara informal.
Mengenai kemampuannya di lapangan, Luke Vickery mengklaim dirinya adalah pemain yang memiliki fleksibilitas posisi yang tinggi. "Saya bisa bermain sebagai striker, tapi biasanya bermain sebagai pemain sayap. Mau penyerang sayap kiri atau kanan tidak masalah. Saya suka keduanya. Aku bisa menggunakan kedua kaki," ujar Luke Vickery.
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas menit bermain yang didapatkannya di Macarthur FC pada musim berjalan saat ini. Ia membandingkannya dengan periode sebelumnya yang terasa kurang maksimal bagi perkembangan karirnya.