PORTAL7.CO.ID - Sebuah praktik manajemen ketenagakerjaan yang kontroversial mencuat ke permukaan setelah seorang karyawan memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya di sebuah perusahaan. Wanita yang menggunakan nama samaran Alicia ini mengalami pengalaman pahit berupa penagihan biaya camilan kecil, sementara hak finansialnya selama setahun penuh terabaikan.
Pengalaman tidak menyenangkan ini menjadi viral setelah dibagikan oleh Alicia melalui platform media sosial, memicu diskusi luas mengenai etika perusahaan di mata publik. Kasus ini, sebagaimana diulas lebih lanjut oleh Detik Food, menyoroti adanya jurang pemisah antara citra profesional yang dibangun perusahaan dengan perlakuan nyata terhadap stafnya.
Alicia sebelumnya menjabat sebagai marketing executive di sebuah firma yang bergerak di bidang penyelenggara program penghargaan untuk para pengusaha. Ia bergabung dengan harapan besar, terutama karena adanya janji komisi atas setiap peserta program yang berhasil direkrutnya.
Ia mengungkapkan bahwa skema komisi tersebut awalnya terdengar sangat masuk akal untuk dijalankan di lapangan. "Selama setahun saya berhasil mengajak cukup banyak pengusaha untuk ikut program itu," ujar Alicia, dikutip dari WoB pada 13 Maret 2026.
Meskipun perjuangannya dalam mendapatkan klien bukanlah yang paling gemilang, Alicia merasa bangga atas beberapa kesepakatan yang berhasil ia tutup. Ia meyakini bahwa kontribusinya terhadap perusahaan memiliki nilai dan makna yang signifikan selama masa kerjanya.
Namun, realitas finansial yang ia hadapi sangat berbeda dari ekspektasi profesionalnya. Selama hampir satu tahun penuh mengabdi, bonus kinerja yang dijanjikan tak pernah terealisasi dalam bentuk pembayaran.
"Saya tidak menerima satu sen pun. Bukan satu bulan atau tiga bulan, tapi selama satu tahun penuh," katanya, menyoroti durasi penantian yang panjang tanpa hasil.
Setiap kali Alicia memberanikan diri menanyakan perihal bonus yang tertunda tersebut, respons yang ia terima selalu sama dari pihak atasan. "Dia selalu tersenyum dan berkata, 'Nanti kita urus,'" tutur Alicia, menggambarkan sikap mengulur waktu dari manajemen.
Kekecewaan akumulatif inilah yang akhirnya mendorong Alicia untuk mengajukan pengunduran diri dari perusahaan tersebut. Kejutan tak terduga justru menantinya tepat pada momen perpisahan.