Pelabuhanratu, Jawa Barat, kini menjadi lokasi percontohan teknologi konstruksi anti-bencana yang inovatif. Sebuah bangunan tahan gempa di wilayah ini dirancang dengan kemampuan unik yang melampaui peredaman getaran biasa. Struktur tersebut tidak hanya mampu bertahan dari guncangan seismik kuat, tetapi juga dapat diangkat menggunakan sistem dongkrak hidrolik khusus.

Bangunan yang dikenal sebagai Gedung Tahan Gempa Tenjoresmi ini memiliki bobot masif mencapai 786 ton. Untuk menopang beban sebesar itu, fondasi bangunan dilengkapi dengan batang-batang besi ulir yang menyembul di dinding luar. Batang besi yang sekilas tampak seperti ornamen ini sebenarnya merupakan dudukan vital bagi sistem pengangkatan bangunan.

Inovasi ini dikembangkan sebagai respons proaktif terhadap tingginya kerawanan gempa di wilayah pesisir Jawa Barat. Pelabuhanratu merupakan kawasan yang sering mengalami aktivitas seismik signifikan, sehingga membutuhkan solusi mitigasi yang ekstrem. Desain ini memastikan bahwa investasi infrastruktur penting tetap berfungsi optimal meskipun diterpa bencana alam berulang.

Para insinyur sipil menjelaskan bahwa teknologi ini berfokus pada pemulihan pasca-bencana yang cepat dan efektif. Fungsi utama dongkrak hidrolik raksasa tersebut adalah untuk mengoreksi posisi bangunan. Jika terjadi pergeseran atau kemiringan fondasi akibat gempa dahsyat, sistem ini memungkinkan struktur 786 ton itu untuk ditegakkan kembali secara presisi.

Kemampuan untuk memperbaiki posisi bangunan secara vertikal merupakan langkah antisipasi yang sangat penting. Dengan mencegah kemiringan permanen, integritas struktural gedung dapat dipertahankan sepenuhnya. Hal ini secara signifikan mengurangi potensi kerugian total akibat kerusakan fondasi yang biasanya terjadi pada bangunan konvensional pasca-gempa besar.

Besi-besi ulir yang tertanam kuat di fondasi menjadi titik tumpu bagi dongkrak hidrolik berkapasitas tinggi yang didesain khusus. Saat dioperasikan, dongkrak tersebut akan mengangkat bagian bangunan yang miring secara perlahan dan terukur. Proses ini memastikan bahwa Gedung Tahan Gempa Tenjoresmi tetap berdiri tegak lurus, siap menghadapi potensi getaran gempa di masa depan.

Secara keseluruhan, teknologi pengangkatan ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam desain bangunan tahan gempa di Indonesia. Ini bukan hanya tentang bertahan, tetapi tentang kemampuan untuk pulih dan berfungsi kembali dengan cepat setelah guncangan. Pelabuhanratu kini memiliki infrastruktur yang membuktikan bahwa inovasi konstruksi dapat memberikan solusi nyata terhadap tantangan geologis yang kompleks.