PORTAL7.CO.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di sebuah restoran di Lorong Pitt, Penang, Malaysia, yang melibatkan staf seorang anggota parlemen (MP) setempat. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah staf tersebut menemukan bagian tubuh serangga dalam hidangan yang mereka pesan.

Insiden ini terungkap ke publik melalui unggahan media sosial yang dibagikan oleh MP Kumaresan Aramugam. Menurut keterangan yang ia sampaikan, penemuan kaki kecoak dalam makanan terjadi pada tanggal 14 Maret lalu.

Kumaresan mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons awal dari pihak restoran setelah stafnya menyampaikan keluhan tersebut. Ia menilai bahwa penanganan masalah kebersihan tersebut tidak profesional dan kurang menunjukkan tanggung jawab.

"Keluhan itu diabaikan begitu saja dan tidak ada permintaan maaf dari pihak restoran," tulis Kumaresan, menyoroti minimnya itikad baik dari manajemen restoran.

Menyikapi hal ini, Kumaresan kemudian mengarahkan stafnya untuk melaporkan secara resmi temuan tersebut kepada otoritas terkait. Pelaporan tersebut ditujukan kepada Dewan Bandaraya Pulau Pinang (MBPP) dan dinas kesehatan setempat.

Namun, tindakan yang diambil oleh pihak berwenang setelah laporan diajukan justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut dari Kumaresan. Ia menyebutkan bahwa evaluasi kebersihan restoran tersebut dinilai masih memuaskan oleh otoritas.

Hal ini menyebabkan pihak berwenang tidak melanjutkan dengan tindakan penegakan hukum yang lebih tegas, seperti denda besar atau perintah penutupan sementara operasional restoran. Kumaresan kemudian menyuarakan keheranannya atas perbedaan perlakuan yang diterima.

"Jika ini terjadi pada pedagang kecil, besar kemungkinan tempatnya akan ditutup hingga 14 hari," tegas Kumaresan, membandingkan penanganan kasus serupa pada skala usaha yang berbeda.

Ia menekankan bahwa laporan resmi dari masyarakat yang disertai dengan bukti kuat seharusnya mendapatkan penanganan yang serius dari instansi pemerintah. Kumaresan mempertanyakan apakah penegakan hukum hanya berlaku secara selektif.