Selebritas Inara Rusli baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan terkait pernyataan kontroversial yang pernah ia lontarkan di masa lalu. Pernyataan tersebut berkaitan erat dengan isu perselingkuhan dan hubungan dengan pria beristri. Pengakuan ini muncul kembali di tengah kasus dugaan perzinaan yang kini tengah menimpanya. Inara menyampaikan penyesalan mendalam atas ucapannya tersebut.
Inara secara terbuka mengakui bahwa ia keliru telah mengeluarkan pernyataan yang bersifat menghakimi. Klarifikasi dan permintaan maaf ini disampaikan Inara saat menjadi bintang tamu dalam program podcast YouTube "Curhat Bang" milik Denny Sumargo. Ia merasa perlu meluruskan kembali narasi yang sempat ia bangun di beberapa kesempatan sebelumnya. Hal ini dilakukan demi menjernihkan pandangan publik mengenai isu sensitif tersebut.
Pernyataan yang dimaksud adalah ketika Inara pernah berujar bahwa "tidak ada perempuan baik-baik yang mau bersama suami orang." Ucapan ini sempat menjadi sorotan publik dan viral di media sosial, terutama saat Inara masih gencar membongkar dugaan perselingkuhan yang dilakukan mantan suaminya. Kini, ia menyadari bahwa diksi yang ia gunakan tersebut bersifat menghakimi dan terlalu menggeneralisasi keadaan orang lain.
Dalam sesi wawancara yang berlangsung hangat tersebut, Inara menegaskan penyesalannya di hadapan Denny Sumargo. "Aku mau meluruskan juga, aku pernah ngeluarin *statement* di beberapa *podcast*," ujar Inara memulai penjelasannya. Ia melanjutkan, "Aku bilang 'gak ada perempuan baik-baik yang mau jadi, yang mau sama suami orang'." Inara kemudian menutup pengakuannya dengan kalimat, "Aku akuin aku salah, aku salah pernah ngomong kayak gitu." Penarikan kembali ucapan ini secara tidak langsung menunjukkan adanya perubahan perspektif yang signifikan dari Inara mengenai isu rumah tangga. Hal ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk meredam polemik yang terjadi di ruang publik akibat pernyataan yang ia buat. Pernyataan yang ia tarik tersebut kini menjadi ironis mengingat situasi hukum yang sedang ia hadapi. Publik merespons pengakuan ini dengan beragam sudut pandang, mulai dari dukungan hingga kritik.
Permintaan maaf ini muncul di tengah proses hukum terkait kasus dugaan perzinaan yang melibatkan Inara dan mantan suaminya, Virgoun. Kasus tersebut terus bergulir dan menyita perhatian publik, bahkan setelah keduanya resmi bercerai. Meskipun demikian, Inara memilih untuk tetap fokus pada penyelesaian masalah secara damai dan profesional. Ia berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri perdebatan yang ada mengenai moralitas.
Langkah Inara untuk mengakui kekhilafan ucapannya diapresiasi sebagai tindakan yang berani dan bertanggung jawab. Pengakuan ini menjadi pelajaran penting mengenai perlunya kehati-hatian dalam menyampaikan pandangan yang bersifat menghakimi di ruang publik. Klarifikasi Inara Rusli diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat terkait dinamika konflik rumah tangganya yang kompleks.