PORTAL7.CO.ID - Militer Israel Defense Forces (IDF) kini menghadapi pengawasan internal yang lebih ketat menyusul adanya dugaan pelanggaran disiplin di medan tempur di Lebanon Selatan. Pihak komando tinggi mengambil langkah tegas setelah menerima sejumlah bukti mengenai praktik yang tidak semestinya.

Tindakan korektif ini secara resmi diumumkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir. Pengumuman ini merupakan respons langsung terhadap munculnya berbagai indikasi pelanggaran selama operasi berlangsung di wilayah tersebut.

Peristiwa ini berpusat pada dugaan penjarahan properti milik warga sipil yang berada di Lebanon selatan. Dugaan pelanggaran tersebut mulai menjadi perhatian publik setelah adanya liputan dari berbagai sumber berita.

Secara spesifik, peringatan keras tersebut dikeluarkan pada hari Selasa, tepatnya tanggal 28 April 2026. Tanggal ini menandai dimulainya peninjauan ulang terhadap kepatuhan personel terhadap kode etik militer.

"Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, telah mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh personel militer Israel Defense Forces (IDF) mengenai dugaan praktik penjarahan properti milik warga sipil di Lebanon selatan," demikian disampaikan adanya peringatan keras tersebut.

Dikutip dari Haaretz, salah satu surat kabar terkemuka, sorotan tajam diarahkan pada aksi pengambilan aset milik warga sipil Lebanon secara tidak sah oleh pasukan yang sedang bertugas di lapangan. Hal ini menjadi pemicu utama reaksi dari petinggi militer.

Selain liputan media cetak, bukti dugaan pelanggaran juga diperkuat oleh penyebaran rekaman video di berbagai platform media sosial. Video-video tersebut disebut menjadi salah satu dasar kuat bagi pihak komando untuk mengambil sikap.

"Tindakan tegas ini dipicu oleh laporan media, termasuk surat kabar ternama Haaretz, yang menyoroti adanya aksi pengambilan aset milik warga sipil Lebanon secara tidak sah oleh pasukan yang bertugas di lapangan," ujar sebuah sumber internal.

Keluarnya instruksi pengetatan disiplin ini menunjukkan komitmen IDF untuk meninjau kembali kepatuhan operasional pasukannya di luar negeri. Langkah ini bertujuan untuk menjaga integritas militer di tengah situasi konflik yang sensitif.