Kabupaten Tulungagung kini menjadi primadona bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang sedang mencari hunian dengan harga sangat terjangkau. Berbagai pilihan rumah subsidi mulai ditawarkan oleh para pengembang di wilayah Jawa Timur tersebut guna memenuhi kebutuhan papan warga. Berdasarkan data terbaru, ketersediaan unit ini menjadi solusi nyata di tengah melambungnya harga properti komersial saat ini.

Data dari Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang) per 17 Februari 2025 menunjukkan harga unit mulai dari Rp 148 jutaan. Sejumlah pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) telah menyiapkan ratusan unit siap huni. Proyek-proyek ini tersebar di beberapa titik strategis yang memudahkan akses mobilitas harian para penghuninya nanti.

Mayoritas hunian yang ditawarkan mengusung tipe bangunan 30 hingga 36 meter persegi di atas lahan seluas 60 sampai 66 meter persegi. Setiap unit standar biasanya sudah dilengkapi dengan fasilitas dua kamar tidur dan satu kamar mandi yang fungsional. Desain minimalis namun efisien ini sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga muda atau pekerja di wilayah Tulungagung.

Material bangunan yang digunakan para pengembang cukup bervariasi namun tetap mengedepankan standar kualitas keamanan hunian. Beberapa proyek seperti Mutiara Gading menggunakan fondasi batu kali dengan dinding bata merah yang kokoh dan tahan lama. Sementara itu, proyek BMW Samara memilih menggunakan rangka baja ringan dan fondasi cakar ayam untuk kekuatan struktur bangunan yang optimal.

Selain Mutiara Gading yang dibanderol Rp 148,25 juta, terdapat pula Griya Permata 3 dengan harga penawaran Rp 150,5 juta per unit. Untuk masyarakat yang menginginkan luas bangunan lebih besar, tersedia Citra Damai 2 dan Graha Mitra 8 seharga Rp 166 juta. Pilihan variatif ini memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli untuk menyesuaikan anggaran dengan spesifikasi material yang diinginkan.

Seluruh proyek perumahan murah ini telah tercatat secara resmi di bawah naungan Kementerian PKP dan BP Tapera. Legalitas yang jelas memberikan jaminan keamanan bagi konsumen agar terhindar dari praktik pengembang nakal yang merugikan. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi pemerintah sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi pembelian rumah.

Kehadiran rumah subsidi di Tulungagung diharapkan mampu menekan angka backlog perumahan di tingkat daerah secara signifikan. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyediakan hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memiliki aset properti pertama dengan harga yang masih sangat kompetitif.