Jakarta – Klaim peretas beralias SN1F yang mengaku menjual 58 juta data siswa Indonesia di forum gelap DarkForums dinilai tidak kredibel dan berpotensi merupakan modus penipuan. Hingga kini, klaim tersebut tidak disertai bukti kuat seperti sample data valid, verifikasi sumber resmi, maupun kontak terbuka.
Data resmi dari laman https://dapo.kemendikdasmen.go.id/pd menunjukkan jumlah siswa Indonesia sekitar 51 juta. Angka ini jelas berbeda dengan klaim 58 juta yang disampaikan SN1F, sehingga memperkuat dugaan bahwa informasi tersebut palsu.
Pakar keamanan siber mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, terutama terkait perlindungan data pribadi sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Klaim Bocor Data di Forum Dark Web Dipertanyakan
SN1F mengklaim memiliki rekaman data siswa lengkap dengan NIK, alamat, dan nomor telepon, bahkan menawarkan akses API real-time dengan pembayaran kripto Monero atau Bitcoin. Namun, tidak ada bukti teknis yang dapat diverifikasi. Dalam kasus kebocoran data nyata, pelaku biasanya menyertakan sample data untuk meyakinkan pembeli.
Indikasi Kuat Modus Penipuan
Beberapa indikator yang menunjukkan klaim ini berpotensi scam antara lain:
• Tidak ada sample data yang bisa diuji keasliannya
• Tidak tersedia kontak terbuka atau reputasi digital pelaku