PORTAL7.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memberikan pengarahan strategis kepada seluruh pimpinan DPRD dari seluruh penjuru Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah. Agenda yang berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026 ini dirancang untuk menyelaraskan visi kepemimpinan di tingkat daerah dengan kebijakan besar pemerintah pusat.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengonfirmasi kehadiran Kepala Negara dalam rangkaian kegiatan pembinaan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarunsur legislatif di tingkat daerah agar sejalan dengan prioritas nasional.
"Iya betul (Presiden memberikan pengarahan)," kata Wamendagri Bima Arya saat memberikan keterangan kepada awak media terkait kehadiran Presiden di lokasi.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, Presiden Prabowo direncanakan tiba di lokasi kegiatan pada pukul 10.00 WIB. Momentum ini dinilai sangat krusial bagi para pimpinan parlemen daerah untuk menyerap instruksi langsung dari pemerintah pusat guna memperkuat tata kelola di wilayah masing-masing.
"Diagendakan pagi ini memberikan arahan kepada seluruh ketua DPRD se-Indonesia," ujar Bima Arya menjelaskan rincian agenda utama yang melibatkan ratusan pimpinan legislatif tersebut.
Selain kehadiran Presiden, sejumlah menteri dari kabinet pemerintahan juga dijadwalkan hadir untuk mengisi materi dalam kegiatan retret ini. Sinergi antarlembaga pemerintah ini bertujuan untuk memperdalam wawasan kebangsaan dan memperkuat fungsi pengawasan wakil rakyat di daerah.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), TB Ace Hasan Syadzily, menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lemhanas dengan asosiasi DPRD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Program ini secara khusus membekali pimpinan dewan dengan pemahaman mendalam mengenai tantangan strategis nasional.
"Selama lima hari ke depan nanti akan diberikan satu proses internalisasi tentang empat konsensus kebangsaan, termasuk juga di dalamnya tantangan-tantangan geopolitik global yang akan dihadapi oleh kita," kata TB Ace Hasan Syadzily saat memberikan penjelasan di Akmil Magelang.
Materi pembinaan difokuskan pada penguatan ideologi negara serta kemampuan merespons situasi global yang terus berubah secara dinamis. Rangkaian kegiatan di Akademi Militer ini diharapkan mampu menciptakan kesamaan persepsi dalam menghadapi tantangan geopolitik yang berdampak langsung pada stabilitas nasional di daerah.