MAHATVA.ID - Kenaikan harga daging sapi menjelang Ramadhan kembali terjadi dalam pola yang berulang. Tahun ini, tekanan muncul dari tiga faktor utama: peningkatan permintaan musiman, depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan kenaikan harga sapi hidup dari Australia sebagai pemasok utama. Kombinasi tersebut menaikkan biaya impor bakalan dan pakan, sehingga struktur biaya feedloter meningkat dan mendorong penyesuaian harga di tingkat distribusi.

Dalam konteks struktur pasar yang masih bertumpu pada impor, transmisi kenaikan biaya berlangsung relatif cepat. Feedloter mengoperasikan usaha dengan margin tipis dan sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi kurs serta harga global. Ketika biaya input naik, ruang penyerapan risiko menjadi terbatas. Harga ritel kemudian bergerak mengikuti tekanan tersebut.