PORTAL7.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menghadapi tekanan jual signifikan hingga merosot tajam sebesar 4 persen pada perdagangan hari itu. Penurunan drastis ini dipicu oleh eskalasi ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Kekhawatiran pasar global meningkat seiring dengan lonjakan harga minyak mentah dunia yang menjadi dampak langsung dari ketidakpastian geopolitik tersebut. Fenomena ini mendorong para pelaku pasar global untuk segera menerapkan sikap risk off.

Sikap risk off ini tercermin dari keputusan investor untuk mengurangi kepemilikan mereka pada aset-aset yang dianggap berisiko tinggi di pasar modal. Mereka cenderung beralih mencari instrumen investasi yang menawarkan keamanan lebih besar atau dikenal sebagai safe haven.

Dilansir dari ANTARA, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangannya mengenai sentimen yang melanda pasar. Nafan menyebutkan bahwa ketegangan militer tersebut secara langsung memberikan dampak negatif terhadap minat berinvestasi pada aset berisiko di pasar modal.

Pergerakan harga komoditas energi sangat signifikan pada perdagangan Senin (9/3) pukul 10.17 WIB. Harga minyak mentah jenis WTI melonjak hingga 24,51 persen mencapai 113,18 dolar AS per barel, sementara Brent naik 23,06 persen menjadi 114,06 dolar AS per barel.

Kenaikan tajam harga energi global ini menimbulkan ancaman serius terhadap inflasi dunia yang berpotensi membuat suku bunga acuan tetap tinggi untuk periode waktu yang lebih panjang. Selain itu, beban biaya produksi yang membengkak dikhawatirkan akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Dari

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Infonasional. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.