Masjid Istiqlal Jakarta menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H atau tahun 2026 Masehi. Pengelola masjid terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema besar bertajuk "Ramadhan Hijau Ramadhan Bersama". Serangkaian agenda ibadah dan kegiatan sosial telah disusun secara matang demi melayani jemaah yang datang dari berbagai penjuru.

Fokus utama kegiatan tahun ini mencakup pelaksanaan salat tarawih berjamaah hingga penyediaan ribuan porsi takjil setiap harinya. Pihak pengelola memastikan bahwa kebutuhan logistik untuk berbuka puasa bagi masyarakat umum akan terpenuhi dengan baik. Selain itu, kajian-kajian inspiratif juga akan digelar secara rutin untuk memperdalam pemahaman keagamaan para pengunjung.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa tradisi ibadah di masjid ini tetap dipertahankan dengan standar yang tinggi. Pelaksanaan salat tarawih akan dilaksanakan sebanyak 20 rakaat yang kemudian ditutup dengan 3 rakaat witir. Ketentuan ini mengikuti pakem yang selama ini telah berjalan di masjid kebanggaan bangsa Indonesia tersebut.

Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa penceramah yang akan mengisi kultum dipilih melalui proses seleksi yang sangat ketat dan selektif. Para pengisi ceramah tersebut berasal dari latar belakang yang sangat beragam, mulai dari akademisi hingga tokoh publik. Beliau juga dijadwalkan mengisi ceramah pada malam pertama sebelum bertolak menjalankan tugas di Ibu Kota Negara (IKN).

Pemilihan penceramah dari kalangan artis religius dan da'i kondang diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk beribadah di masjid. Kehadiran tokoh-tokoh populer ini bertujuan untuk memberikan perspektif yang lebih segar namun tetap berlandaskan keilmuan yang kuat. Langkah ini diambil agar pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara lebih luas dan inklusif kepada masyarakat.

Selain aspek ibadah, tema "Ramadhan Hijau" menunjukkan komitmen masjid dalam menjaga kelestarian lingkungan selama bulan suci. Implementasi tema ini akan terlihat dari cara pengelolaan sampah dan efisiensi penggunaan sumber daya di area masjid. Upaya ini merupakan langkah konkret Istiqlal dalam mengedukasi jemaah mengenai pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari iman.

Dengan persiapan yang komprehensif ini, Masjid Istiqlal diharapkan tetap menjadi pusat spiritualitas utama bagi umat Muslim di tanah air. Seluruh fasilitas dan layanan yang disediakan bertujuan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi para jemaah selama beribadah. Ramadan 1447 H di Istiqlal diproyeksikan akan menjadi momentum penguatan ukhuwah sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.