PORTAL7.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan jaminan bahwa Program Magang Nasional tahun 2026 akan tetap berjalan sesuai rencana. Kepastian ini disampaikan menyusul adanya kebijakan efisiensi anggaran tahap III yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Keputusan ini diambil karena alokasi dana untuk program strategis tersebut memiliki pos anggaran yang terpisah dari pos yang menjadi sasaran pemotongan anggaran. Hal ini menjadi kabar baik bagi para calon peserta dan dunia usaha yang terlibat.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, secara tegas menyampaikan perbedaan alokasi dana tersebut saat memberikan keterangan pers di Jakarta. Ia menekankan bahwa pemotongan anggaran tidak menyentuh program prioritas vokasi tersebut.

"Beda (pos anggaran). Jadi kalau efisiensi ketiga yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan itu adalah terkait dengan perjalanan dinas, rapat-rapat dan seterusnya. Beda pos alokasi dengan (program) Magang (Nasional)," ujar Yassierli, seperti dilansir dari Money.

Kebijakan efisiensi anggaran tahap III tersebut didasarkan pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-181/MK.03/2026, yang diterbitkan pada tanggal 1 April 2026. Surat ini mengatur pemotongan anggaran kementerian secara umum.

Total nilai efisiensi anggaran yang diatur dalam surat Kemenkeu tersebut mencapai Rp181.826.183.000. Angka ini terperinci menjadi Rincian Output Khusus sebesar Rp122.163.948.000 dan identifikasi efisiensi senilai Rp59.662.235.000.

Meskipun ada langkah penghematan di sektor lain, pembahasan mengenai kelanjutan dan implementasi Magang Nasional tahun 2026 terus berproses. Usulan program ini masih menunggu persetujuan dari dua kementerian penting.

Saat ini, usulan program tersebut masih dalam peninjauan akhir oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Setelah mendapat lampu hijau dari kedua institusi tersebut, dokumen akan segera diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kemnaker sendiri tengah mengupayakan peningkatan skala program ini untuk mengakomodasi minat yang sangat tinggi dari masyarakat. Usulan peningkatan target peserta diajukan menjadi 150.000 orang untuk tahun 2026.