PORTAL7.CO.ID - Pertemuan penting dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo pada hari Jumat, 24 April 2026, di kediaman resmi beliau di Hambalang. Agenda utama pertemuan ini adalah meninjau berbagai isu strategis yang menyangkut keamanan nasional dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Who yang terlibat dalam pertemuan tersebut adalah Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. Pertemuan ini berlangsung selama kurang lebih satu jam untuk membahas beberapa fokus kebijakan prioritas pemerintah.

What yang dibahas mencakup dua sektor utama, yaitu pemeliharaan stabilitas keamanan nasional dan percepatan implementasi program hilirisasi industri di seluruh wilayah Indonesia. Kedua agenda ini dinilai krusial untuk menjaga momentum pembangunan saat ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pemaparan mengenai kemajuan program strategis yang telah dijalankan oleh institusi kepolisian. Fokus pemaparan tersebut meliputi upaya transformasi digital dalam layanan publik dan peningkatan profesionalisme anggota kepolisian.

"Kapolri memaparkan sejumlah kemajuan program strategis institusinya, termasuk transformasi digital pada layanan publik dan penguatan profesionalisme personel kepolisian mulai dari tahapan rekrutmen," demikian keterangan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Jumat.

Lebih lanjut, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini diupayakan melalui kerja sama yang erat dengan seluruh komponen masyarakat di berbagai daerah.

"Jenderal Listyo Sigit juga menekankan pentingnya pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan menjalin kolaborasi erat bersama seluruh elemen masyarakat di berbagai wilayah," tambah keterangan tersebut.

Selain masalah keamanan, Presiden Prabowo juga secara spesifik mendiskusikan sinergi lintas sektor untuk mendukung program nasional. Hal ini mencakup sektor pertanian, ketahanan pangan, gizi seimbang, dan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana alam.

"Selain itu, dibahas pula sinergi antara Kepolisian dan berbagai Lembaga dan sektor terkait guna menguatkan program nasional, baik dalam sektor pertanian, pangan, makan bergizi, penanganan gerak cepat bencana, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat," jelas akun Instagram Setkab, dikutip Jumat.