PORTAL7.CO.ID - Kelme Indonesia baru-baru ini mengadakan peluncuran resmi untuk jersey terbaru Tim Nasional Indonesia dengan mengusung tema "Leave Your Mark" di Plaza Utara Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada hari Kamis (12/3/2026). Acara ini menjadi momen penting dalam kolaborasi antara apparel global tersebut dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, turut hadir untuk memaparkan secara rinci mengenai filosofi desain yang mendasari setiap elemen dari seragam tempur Garuda di lapangan hijau. Jersey kandang didominasi warna merah dengan aksen garis-garis putih yang khas, sementara kostum kipernya hadir dalam pilihan warna hijau.

Sementara itu, untuk jersey tandang, Kelme memilih warna dasar putih yang diperkaya dengan motif batik sebagai elemen visual utama, berbeda dengan seragam penjaga gawang yang menggunakan warna biru. Kedua set seragam ini tersedia dalam dua jenis utama, yaitu versi player issue dan replika, baik untuk lengan pendek maupun panjang.

Kevin Wijaya menjelaskan bahwa desain jersey kandang sengaja ditarik dari akar sejarah sepak bola Indonesia yang kaya. Desain ini bertujuan menghidupkan kembali identitas garis merah putih ikonik yang pernah populer pada jersey legendaris tahun 1999, namun tetap mengadopsi konstruksi modern untuk performa masa depan.

Berbeda dengan jersey kandang, seragam tandang menawarkan interpretasi yang lebih kontemporer terhadap kekayaan budaya bangsa. Motif batik menjadi inspirasi utama, diwujudkan melalui pola geometris, tekstur piksel, serta penggunaan gradasi warna yang merefleksikan dinamika dan energi dalam permainan sepak bola.

Kevin Wijaya menegaskan bahwa keseluruhan desain ini merupakan hasil kolaborasi erat antara tim Kelme dan PSSI dalam menentukan arah filosofis jersey. "Desainnya hasil kolaborasi, tentunya dengan PSSI," ungkap Kevin Wijaya.

Ia menambahkan bahwa masukan dari PSSI sangat krusial untuk memastikan jersey tersebut benar-benar mencerminkan filosofi bangsa Indonesia. "Kami juga mendapatkan banyak input terkait apa yang harus dibawa, filosofinya juga, dan juga bagaimana ini harus mencerminkan filosofi bangsa, dan juga ada bagaimana yang di versi tandang kami selipkan batiknya dan unsur lainnya," jelasnya.

Kevin juga menekankan bahwa setiap detail yang disematkan pada jersey kandang maupun tandang memiliki makna tersendiri. "Bisa dilihat sendiri bagaimana detail-detail yang kami tempatkan di setiap jersey kandang dan tandang, itu ada filosofinya masing-masing," ujarnya.

Lebih lanjut, Kevin Wijaya berharap agar jersey baru ini mampu merepresentasikan identitas Indonesia secara luas kepada masyarakat global. Ia menyoroti peran batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai storytelling kuat. "Kami melihat bahwa batik ini suatu warisan yang memang sudah besar ya, melegenda juga buat Indonesia. Kami mengutamakan pertama dari situ, karena kami melihat bahwa warisan ini yang paling banyak inspirasinya dan juga bisa menjadi storytelling buat kita sampaikan ke luar sana," papar Kevin Wijaya.