PORTAL7.CO.ID - Federasi Otomotif Internasional (FIA) telah mengambil langkah tegas dengan membuka investigasi resmi pasca-balapan menyusul rangkaian insiden yang mewarnai Grand Prix Formula 1 Miami 2026. Langkah ini diambil untuk meninjau secara mendalam jalannya perlombaan yang dinilai penuh drama tersebut.
Fokus utama dari penyelidikan yang dilakukan oleh badan pengatur balap internasional ini adalah dugaan pelanggaran prosedur terkait penggunaan bendera kuning selama berlangsungnya balapan. Investigasi ini bertujuan memastikan kepatuhan mutlak terhadap regulasi keselamatan yang berlaku di lintasan.
Secara spesifik, pengawasan ketat dari steward balapan difokuskan pada kinerja tiga pembalap yang teridentifikasi terlibat dalam potensi pelanggaran tersebut. Ketiga pembalap ini kini berada di bawah sorotan intensif otoritas balap.
Tiga pembalap yang menjadi subjek utama investigasi ini adalah Alex Albon, Fernando Alonso, dan Esteban Ocon. Nama-nama mereka disebutkan secara eksplisit dalam dokumen resmi yang dikeluarkan oleh FIA mengenai penyelidikan ini.
Penyelidikan ini secara khusus menyoroti dugaan ketidakpatuhan mereka terhadap regulasi bendera kuning yang diberlakukan di Sirkuit Miami, Florida. Area sirkuit tersebut menjadi lokasi terjadinya potensi pelanggaran prosedur keselamatan krusial.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, FIA secara resmi mengumumkan dimulainya investigasi pasca-balapan terhadap pembalap yang terlibat dalam rangkaian insiden di Grand Prix Miami 2026. Penyelidikan ini adalah respons standar terhadap isu kepatuhan regulasi.
"Penyelidikan ini difokuskan pada dugaan pelanggaran prosedur bendera kuning yang terjadi selama perlumbaan yang penuh drama tersebut," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak FIA mengenai fokus utama audit mereka.
Lebih lanjut, mengenai subjek pengawasan, disebutkan bahwa investigasi secara khusus menyoroti kinerja tiga pembalap utama yang diduga tidak mematuhi regulasi bendera kuning di Sirkuit Miami, Florida. Hal ini disampaikan oleh sumber resmi kepada media.
Pihak FIA tengah meninjau data telemetri dan rekaman video untuk menentukan apakah tindakan pembalap tersebut benar-benar melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh Race Control. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi sebelum kesimpulan akhir dapat diambil.