Musisi kawakan Ferdy Tahier membagikan pandangannya mengenai pola asuh yang ia terapkan kepada sang putra, Dewa Tahier. Vokalis band Element ini memilih pendekatan unik yang memadukan prinsip demokratis dengan ketegasan yang jelas. Ia meyakini bahwa cara ini adalah kunci untuk membentuk karakter anak yang mandiri dan bertanggung jawab sejak dini.
Ferdy Tahier menekankan pentingnya menghargai otonomi anak dalam menentukan jalan hidupnya sendiri. Ia memastikan bahwa Dewa Tahier memiliki kebebasan penuh dalam memilih jenjang pendidikan maupun pilihan karier di masa depan. Pendekatan ini merupakan wujud nyata dari kepercayaan Ferdy terhadap potensi dan minat alami sang anak.
Dalam banyak kesempatan, Ferdy Tahier menegaskan bahwa ia tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada sang putra. Baginya, dorongan orang tua yang berlebihan sering kali menjadi beban alih-alih motivasi sejati bagi anak. Prinsip ini sangat ditekankan terutama dalam konteks melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. "Pendidikan itu memang penting, tapi itu hanya berlaku buat yang mau saja," ujar Ferdy Tahier saat dijumpai wartawan. Ia menjelaskan bahwa kesadaran diri anak harus menjadi fondasi utama dalam mengejar pendidikan formal. Oleh karena itu, ia menolak keras untuk menekan atau ‘nge-push’ anaknya agar wajib menempuh perkuliahan.
Filosofi ini didasari keyakinan bahwa pendidikan yang berhasil adalah yang berlandaskan pada minat dan kesadaran diri. Ketika anak didorong oleh kesadaran internal, proses belajar akan jauh lebih efektif dan menyenangkan. Hal ini berbeda jika pendidikan hanya dijalani semata-mata karena dorongan atau paksaan dari orang tua.
Pernyataan mengenai metode pengasuhannya ini disampaikan Ferdy Tahier kepada awak media baru-baru ini. Ia diwawancarai saat berada di kawasan Studio Pagi-Pagi Ambyar TTV. Diskusi mengenai pola asuh ini menjadi sorotan di tengah perbincangan publik tentang peran orang tua selebritas dalam mendidik generasi muda.
Meskipun memberikan kebebasan, Ferdy tetap memastikan adanya batasan dan nilai-nilai yang harus dipegang teguh. Perpaduan antara kebebasan memilih dan ketegasan dalam etika menjadi ciri khas parenting vokalis Element tersebut. Ia berharap putranya dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, berani mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas setiap pilihannya.