JAKARTA, BisnisMarket.com - Indonesia baru saja meneken diplomasi perdagangan internasional lewat pemangkasan tarif ekspor ke Amerika Serikat. Kebijakan tarif yang merosot drastis dari 32% menjadi 19% ini dianggap sebagai "nyawa tambahan" bagi stabilitas industri nasional di tengah ketidakpastian global.

Ketegangan bermula saat Amerika Serikat memberlakukan tarif tinggi pada April 2025 sebagai reaksi atas defisit perdagangan yang mencapai angka USD 19,3 miliar. Jika tidak segera diatasi, Indonesia terancam kehilangan devisa ekspor hingga USD 10 miliar yang bisa melumpuhkan sektor manufaktur dari hulu ke hilir.

Pengusah muda Fauzan Fadel, B.Eng., MBA, menekankan bahwa langkah strategis ini memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar angka di atas kertas. Beliau memandang penurunan beban biaya ini sebagai ruang bernapas bagi jutaan pekerja yang bergantung pada rantai pasok global.

Sumber: Bisnismarket