PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah menyelesaikan tahapan krusial dalam evaluasi potensi kepariwisataan desa. Proses pemetaan dan penetapan desa wisata unggulan ini secara resmi dituntaskan pada hari Rabu, 29 April 2026.
Dari total 90 desa yang terdaftar secara resmi sebagai desa wisata di wilayah kabupaten tersebut, hanya enam destinasi yang mampu menembus klasifikasi tertinggi. Prestasi ini menandakan bahwa keenam desa tersebut telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Penentuan status unggulan ini dilakukan berdasarkan indikator penilaian yang merupakan bagian dari program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Program ini kini telah bertransformasi dan dikenal dengan nama Wonderful Indonesia Award (WIA).
Tahapan awal dalam proses penilaian ini melibatkan pemetaan mendalam yang dilakukan oleh instansi terkait di Kabupaten Cirebon. Pemetaan tersebut mengidentifikasi sebanyak 20 desa yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Meskipun demikian, hanya sebagian kecil dari desa-desa yang berpotensi tersebut yang akhirnya berhasil lolos dan menyandang predikat tertinggi dalam klasifikasi pariwisata daerah. Hal ini menunjukkan ketatnya persaingan dan standar yang harus dipenuhi.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, penetapan ini menjadi penanda kualitas layanan dan pengelolaan pariwisata di desa-desa terpilih. Pencapaian predikat unggulan ini merupakan apresiasi atas upaya pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
"Dari total 90 desa yang terdaftar resmi sebagai desa wisata, enam di antaranya berhasil meraih predikat unggulan karena memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata," bunyi pernyataan resmi dari Disbudpar Kabupaten Cirebon.
Lebih lanjut, instansi terkait menjelaskan bahwa penetapan ini didorong oleh indikator yang selaras dengan kerangka kerja evaluasi nasional. "Pemetaan awal instansi terkait menunjukkan bahwa terdapat 20 desa yang memiliki potensi pengembangan besar, meskipun hanya sebagian kecil yang lolos ke klasifikasi tertinggi," tambah sumber internal Disbudpar.
Keberhasilan enam desa ini diharapkan dapat menjadi contoh dan memotivasi desa-desa wisata lainnya di Kabupaten Cirebon untuk terus meningkatkan mutu pengelolaan mereka.