PORTAL7.CO.ID - Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan empat instruksi penting kepada para pengelola Barang Milik Negara (BMN) yang menjadi aset Sekolah Rakyat. Arahan ini disampaikan pada hari Rabu, 6 Mei 2026, bertepatan dengan pembukaan kegiatan pelatihan di Bekasi.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis pemerintah pusat yang menyasar anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menekankan bahwa sarana dan prasarana pendidikan tersebut harus dikelola secara profesional dan harus mematuhi semua peraturan yang berlaku.

Gus Ipul menegaskan bahwa pengelolaan aset ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar urusan inventaris fisik semata. "Yang kita kelola bukan sekadar barang, tetapi harapan anak-anak Indonesia," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima publik.

Inisiatif Sekolah Rakyat ini secara eksplisit merupakan bagian dari program besar Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan yang masih ada di Indonesia. Fokus utama pengelolaan aset adalah mengubah paradigma pengelola agar melihat aset negara sebagai instrumen layanan langsung untuk rakyat.

Dilansir dari Detikcom pada Kamis (7/5/2026), Gus Ipul menjelaskan filosofi di balik penekanan ini terkait program pengentasan kemiskinan nasional. "Ini adalah gagasan sekaligus program strategis Presiden Prabowo sebagai bagian dari proses pengentasan kemiskinan. Sekolah Rakyat dirancang untuk memotong mata rantai kemiskinan," kata Gus Ipul.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Infonasional. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.