Dunia industri kreatif dan konten digital seringkali menuntut inovasi dan perubahan arah bisnis yang signifikan. Tiga sahabat yang sebelumnya dikenal aktif dalam komunitas dan produksi konten motor kini mengambil langkah berani. Mereka memutuskan untuk melebarkan sayap bisnis ke sektor *food and beverage* (FnB) dengan mendirikan sebuah kedai kopi di Bali.

Kedai kopi yang baru saja mereka resmikan diberi nama Stujoe Sunset Side. Bisnis ini merupakan hasil kolaborasi Ian Tarigan, Julius Agung, dan Tirta Ananta, yang berkomitmen penuh dalam proyek kewirausahaan ini. Lokasi yang dipilih sangat strategis, yakni berada di kawasan tepi Teluk Benoa, Kelurahan Pedungan, Denpasar.

Keputusan untuk beralih dari konten yang berfokus pada otomotif ke bisnis kuliner menunjukkan diversifikasi portofolio mereka. Meskipun memiliki latar belakang yang kuat di dunia komunitas motor, ketiganya melihat peluang besar di industri kopi yang terus berkembang di Bali. Transisi ini diharapkan dapat memanfaatkan popularitas mereka sebelumnya sambil menjangkau pasar yang lebih luas dan berbeda.

Nama unik 'Stujoe' ternyata memiliki makna filosofis yang mendalam bagi ketiga pendiri. Ian Tarigan menjelaskan bahwa nama tersebut lahir dari tantangan dan kesepakatan kuat di antara mereka. "Kenapa Stujoe? Itu berawal dari tantangan saya ke teman-teman, 'berani tidak?'. Kita coba dahulu, 'Setuju!'," ujar Ian saat diwawancarai oleh detikBali, Sabtu (10/1/2026).

Komitmen tersebut kemudian diabadikan menjadi nama jenama yang mudah diingat. Untuk memberikan aksen yang berbeda dan terkesan klasik, mereka sengaja menambahkan ejaan lama ‘oe’ pada kata 'Setuju'. Penggunaan ejaan ini bertujuan agar nama Stujoe terdengar otentik dan unik di tengah persaingan kedai kopi modern.

Stujoe Sunset Side kini beroperasi penuh dan siap menyambut para pengunjung yang mencari suasana santai. Mengingat lokasinya yang menghadap langsung ke Teluk Benoa, kedai ini menargetkan wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati kopi sambil menyaksikan matahari terbenam. Pembukaan kedai ini menandai langkah serius para kreator konten tersebut dalam membangun jenama F&B yang berkelanjutan.

Perjalanan Ian, Julius, dan Tirta dari komunitas motor menuju pemilik kedai kopi menjadi contoh adaptasi bisnis yang menarik. Dengan komitmen yang mereka sebut "Stujoe", mereka berharap dapat memberikan pengalaman minum kopi yang berbeda di Denpasar. Keberhasilan mereka di sektor baru ini akan menjadi tolok ukur penting bagi diversifikasi bisnis para kreator konten Indonesia.