PORTAL7.CO.ID - Malmo FF kembali menunjukkan kelasnya sebagai tim yang sangat efisien saat bertandang ke markas Djurgarden dalam lanjutan kompetisi Allsvenskan. Laga yang berlangsung di 3Arena pada Jumat, 17 April 2026 tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tim tamu.

Kemenangan krusial ini ditentukan oleh gol tunggal yang dicetak oleh Sead Haksabanovic pada menit ke-61. Gol tersebut bermula dari skema bola mati yang dieksekusi dengan sempurna oleh Otto Rosengren melalui sebuah tendangan sudut yang akurat.

Sosok Haksabanovic menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini karena statusnya sebagai mantan pemain Djurgarden. Meski terus mendapatkan cemoohan dari suporter tuan rumah sepanjang laga, gelandang tersebut mampu menjaga ketenangannya dan tampil sebagai pembeda.

Sebelum pertandingan dimulai, optimisme sempat muncul dari pengamat internal mengenai potensi performa tuan rumah di musim ini. "Saya merasa mereka akan menjalani musim yang bagus dan sangat menarik melihat mereka menghadapi tim-tim yang lebih kuat, saya yakin akan kemenangan hari ini," ujar Granath dilansir dari SvenskaFans.

Pasca pertandingan, Haksabanovic mengungkapkan perasaan leganya setelah berhasil mencetak gol penentu kemenangan di tengah atmosfer stadion yang cukup menekan. "Rasanya sangat menyenangkan," kata Sead Haksabanovic dilansir dari SVT Sport.

Ia juga menanggapi ejekan dari para pendukung lawan yang justru menjadi motivasi tambahan baginya untuk memberikan performa maksimal. "Tentu saja ini memuaskan, sayangnya bagi mereka, sorakan itu justru memberi saya motivasi lebih sehingga pertandingan menjadi sangat menyenangkan," ujar Sead Haksabanovic.

Mengenai jalannya laga, pemain tersebut mengakui adanya perbedaan kualitas dalam skema menyerang dan bertahan antara kedua tim. "Secara ofensif mereka memang lebih baik, tetapi secara defensif kami jauh lebih kuat, jadi mereka patut diapresiasi namun memenangkan laga seperti ini terasa sangat luar biasa," kata Sead Haksabanovic.

Di kubu lawan, rasa frustrasi nampak jelas menyelimuti para pemain Djurgarden yang merasa seharusnya bisa mengamankan poin penuh. "Saya sangat kecewa, kami seharusnya memenangkan pertandingan ini karena kami jelas merupakan tim yang bermain lebih baik," ujar Bo Hegland.

Ketidakefektifan lini depan menjadi sorotan utama bagi Djurgarden yang gagal memanfaatkan dominasi permainan sepanjang 90 menit. "Mengerikan, inilah sepak bola, jika Anda tidak mencetak gol dari peluang yang ada maka itu akan berbalik merugikan, kami harus menyalahkan diri sendiri meski telah mendominasi sebagian besar laga," kata Piotr Johansson.