PORTAL7.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menghentikan sementara operasional dua unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Ponorogo. Keputusan mendadak ini diambil menyusul adanya laporan serius mengenai tekanan yang dialami oleh pengelola dapur.
Kasus ini mulai mengemuka setelah dua Kepala SPPG dari Ponorogo mencari perlindungan langsung kepada Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Blitar, Jawa Timur.
"Kedua kepala SPPG tersebut datang jauh-jauh ke Blitar untuk menemuinya dan meminta perlindungan terkait masalah yang mereka hadapi," ungkap salah satu sumber yang terkait dengan investigasi ini.
Dua dapur yang operasionalnya dihentikan adalah SPPG Ponorogo Kauman Somorto yang dikelola Rizal Zulfikar Fikri, dan SPPG Ponorogo Jambon Krebet yang dikelola Moch. Syafi’i Misbachul Mufid. Kedua kepala dapur ini melaporkan adanya intimidasi selama mereka bekerja di bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.
Para pelapor menduga adanya rekayasa dalam proses pembelian bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana terjadi pemotongan anggaran signifikan. Mereka mengklaim bahwa dari alokasi Rp 10.000 per porsi, belanja bahan pangan riil hanya mencapai Rp 6.500 per porsi.
Mufid mengungkapkan bahwa selisih anggaran tersebut memaksa pengelola dapur untuk menutupi kekurangan biaya menggunakan dana pribadi demi menjaga kualitas makanan bagi siswa penerima manfaat. "Mau nggak mau, Pak, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat," kata Mufid sambil terisak saat memberikan kesaksian.
Lebih lanjut, mereka mengaku mendapat ancaman akan didatangkan aparat hukum atau pengacara jika menolak mengikuti instruksi pihak yayasan. Bahkan, relawan dan pihak sekolah penerima manfaat disebut diminta menandatangani surat pernyataan yang bertujuan mengusir kedua kepala dapur tersebut.
Menindaklanjuti laporan krusial ini, Nanik segera menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro, beserta tim untuk segera melakukan inspeksi mendalam di kedua lokasi dapur tersebut.
Nanik memberikan instruksi tegas terkait penanganan masalah ini di lapangan. "Hentikan! Kalau perlu selamanya, kalau mereka tidak menunjukkan perbaikan sikap mereka kepada Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan," tegasnya.