PORTAL7.CO.ID - Stadion La Cartuja di Sevilla bersiap menjadi saksi bisu pertarungan hidup mati antara Real Betis dan wakil Portugal, Sporting Braga. Pertandingan leg kedua perempat final Liga Europa ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat dini hari, 17 April 2026, pukul 02.00 WIB.

Kedua tim memulai laga dengan posisi yang sama kuat setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama di Portugal. Hasil tersebut membuat duel kali ini menjadi sangat krusial karena belum ada tim yang memiliki keunggulan agregat sebelum peluit sepak mula dibunyikan.

Tuan rumah datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat catatan impresif mereka saat bermain di hadapan pendukung sendiri. UEFA mencatat bahwa Los Verdiblancos belum tersentuh kekalahan dalam delapan laga kandang terakhir di kompetisi Eropa, dilansir dari mediaindonesia.com.

Pada pertemuan sebelumnya di markas Braga, Betis sempat tertinggal oleh gol Florian Grillitsch sebelum akhirnya membalas lewat eksekusi penalti Cucho Hernandez. Meski imbang, tim asuhan Manuel Pellegrini tersebut tampil dominan dengan statistik tembakan tepat sasaran dua kali lipat lebih banyak, dilansir dari jakarta.akurat.co.

"Timnya memikul tanggung jawab lebih besar setelah meraih hasil imbang di Portugal, namun tidak ada tim yang menjadi favorit mutlak dalam pertandingan penentuan ini," ujar Manuel Pellegrini, Pelatih Real Betis.

Meski diuntungkan status tuan rumah, Pellegrini harus memutar otak karena beberapa pilar utamanya dipastikan absen. Bek andalan Natan terpaksa menepi akibat skorsing, sementara Angel Ortiz dan Junior Firpo masih berjuang pulih dari cedera yang mereka alami.

"Skuad kami akan bertandang ke Sevilla dengan semangat dan kepercayaan diri penuh, namun kami harus tampil sangat klinis di kedua kotak penalti lawan maupun sendiri," kata Carlos Vicens, Pelatih Braga.

Kabar baik menghampiri kubu tim tamu dengan kembalinya gelandang Rodrigo Zalazar ke dalam daftar susunan pemain. Walaupun demikian, pemain kunci tersebut diprediksi tidak akan tampil sejak awal dan kemungkinan besar memulai laga dari bangku cadangan.

"Transisi permainan Betis merupakan ancaman yang sangat nyata, sehingga kehilangan bola di area yang salah bisa berakibat fatal bagi pertahanan kami," tegas Ricardo Horta, Pemain Braga.