PORTAL7.CO.ID - Arsenal berhasil mengukir sejarah penting dalam perjalanan mereka di Eropa setelah memastikan diri melaju ke babak final Liga Champions. Pencapaian ini diraih setelah mereka berhasil menyingkirkan perwakilan Spanyol, Atletico Madrid, dalam laga semifinal yang berlangsung ketat.
Pertandingan penentuan tersebut digelar di markas kebanggaan mereka, Emirates Stadium, pada Selasa malam, 5 Mei 2026. Kemenangan tipis 1-0 di kandang membuat Arsenal unggul dengan agregat skor akhir 2-1 atas Los Rojiblancos.
Pahlawan kemenangan Arsenal dalam laga krusial tersebut adalah penyerang muda andalan mereka, Bukayo Saka. Gol tunggal yang tercipta pada menit ke-44 menjadi pembeda setelah ia memanfaatkan bola muntah dari percobaan tembakan Leandro Trossard yang sempat ditepis oleh kiper lawan, Jan Oblak.
Keberhasilan ini membawa The Gunners—julukan Arsenal—kembali tampil di panggung final kompetisi klub paling bergengsi di Eropa tersebut. Partai puncak dijadwalkan akan diselenggarakan di Budapest pada tanggal 30 Mei mendatang.
Selain ketajaman lini depan, performa solid lini pertahanan menjadi kunci penting dalam menjaga keunggulan agregat. Arsenal sukses mencatatkan clean sheet kesembilan mereka dari total 14 pertandingan yang telah dilakoni di kompetisi Eropa musim ini.
Gelandang jangkar, Declan Rice, dinobatkan sebagai pemain terbaik pada pertandingan tersebut berkat kontribusinya yang vital di lini tengah. Salah satu aksi penyelamatan krusialnya berupa tekel yang menggagalkan peluang emas dari Giuliano Simeone di babak pertama sangat menentukan jalannya laga.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan rasa bangga yang mendalam terhadap semangat juang anak asuhnya serta dukungan luar biasa dari para suporter. Ia menekankan bahwa atmosfer di stadion malam itu terasa sangat istimewa dan menjadi energi tambahan bagi timnya.
"Ini adalah malam yang luar biasa. Kita membuat sejarah lagi bersama. Saya tidak bisa lebih bahagia atau lebih bangga terhadap semua yang terlibat dalam klub ini. Di luar stadion terasa istimewa dan unik. Atmosfer yang diciptakan oleh para pendukung, energinya, membuatnya istimewa. Saya belum pernah merasakan hal seperti itu di stadion. Kami memberikan segalanya. Para pemain melakukan pekerjaan yang luar biasa. Setelah 20 tahun, dan ini baru kedua kalinya dalam sejarah kami, kami kembali ke final Liga Champions," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Sementara itu, Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menunjukkan sikap sportif dengan memberikan penghormatan kepada kubu lawan yang telah berjuang lebih baik. Ia mengakui keunggulan strategi dan kekuatan finansial yang dimiliki Arsenal saat ini dalam membangun skuad yang kompetitif.