Suasana bulan suci Ramadan di Kabupaten Nganjuk diwarnai dengan aksi penertiban intensif oleh petugas gabungan pada Senin (23/2/2026) malam. Operasi tersebut menyasar sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk kawasan eks Lokalisasi Guyangan. Dalam penggerebekan tersebut, seorang wanita ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah ditinggal lari oleh rekan-rekannya.

Wanita yang mengaku berasal dari Bandung, Jawa Barat, itu tampak kebingungan saat petugas mengepung lokasi pesta minuman keras. Ia tidak mampu melarikan diri bersama teman-teman prianya karena sepeda motor yang digunakannya mendadak mengalami mogok. Identitasnya pun sempat dipertanyakan karena ia hanya mampu menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga sebagai pengganti KTP yang tidak dibawanya. "Saya dari Bandung, pak. Tidak bawa KTP, tapi bawa foto kopi KK," ujar wanita tersebut dengan nada suara yang rendah sambil terus menundukkan kepalanya di hadapan petugas. Dengan logat Sunda yang kental, ia memohon agar aparat tidak membawanya ke kantor polisi untuk diproses lebih lanjut. Ia berkali-kali menjelaskan bahwa dirinya hanya sekadar ikut minum-minum bersama rekan-rekannya sebelum penggerebekan terjadi.

Dansub Denpom V/1-8 Nganjuk, Lettu CPM Warwan, menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan personel dari Sub Denpom, Provos Kodim 0810, Propam Polres, hingga Satpol PP. Kegiatan ini merupakan bagian dari penegakan disiplin dan ketertiban rutin yang ditingkatkan selama bulan puasa. Tujuannya adalah memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan tentram tanpa gangguan penyakit masyarakat.

Selain menyisir eks lokalisasi, tim gabungan juga mendatangi sebuah rumah karaoke di wilayah Loceret untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan daerah. Meskipun tempat hiburan tersebut ditemukan dalam keadaan tertutup, petugas tetap memberikan imbauan tegas kepada pihak pengelola. Langkah preventif ini diambil guna memastikan tidak ada aktivitas tersembunyi yang melanggar Surat Edaran Bupati Nganjuk selama Ramadan.

Patroli kemudian dilanjutkan menuju sebuah kafe yang terletak di sepanjang jalan raya Nganjuk-Madiun, tepatnya di wilayah Kecamatan Tanjunganom. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kafe tersebut juga mematuhi instruksi pemerintah dengan menghentikan operasional sementara. Petugas Satpol PP Nganjuk, Siswanto, menegaskan bahwa razia serupa akan terus digelar secara rutin dengan sistem acak.

Wanita yang terjaring di Guyangan akhirnya diberikan edukasi serta pembinaan di tempat agar tidak mengulangi perbuatannya yang meresahkan. Petugas berharap tindakan persuasif ini mampu memberikan efek jera sekaligus menjaga kesucian bulan Ramadan di wilayah Nganjuk. Sinergi antarinstansi akan terus diperkuat guna meminimalisir potensi gangguan keamanan hingga hari raya Idulfitri mendatang.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/razia-ramadan-nganjuk-wanita-mabuk