PORTAL7.CO.ID - Manchester United kini tengah menghadapi konsekuensi finansial yang cukup berat usai mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim secara mendadak. Klub raksasa asal Inggris tersebut dilaporkan harus menanggung beban biaya kompensasi yang mencapai angka fantastis bagi seorang manajer. Keputusan drastis ini diambil setelah hubungan antara sang pelatih dan manajemen klub memanas pada awal tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru, pemecatan juru taktik asal Portugal itu berpotensi membebani keuangan klub hingga hampir 16 juta pound sterling. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, nilai kerugian tersebut menyentuh angka sekitar Rp 362,5 miliar. Ruben Amorim secara resmi dibebastugaskan dari posisinya pada tanggal 5 Januari 2026 silam setelah rentetan hasil yang tidak memuaskan.
Langkah pemecatan ini dilakukan manajemen hanya berselang satu hari setelah Amorim melontarkan kritik pedas secara terbuka kepada publik. Sang pelatih kabarnya tidak puas dengan kebijakan yang dijalankan oleh jajaran petinggi Setan Merah di balik layar selama masa jabatannya. Sikap frontal tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius yang merusak harmoni internal klub di tengah ketatnya persaingan musim kompetisi.
Informasi mengenai beban finansial ini terungkap melalui dokumen resmi yang diajukan ke Bursa Efek New York atau New York Stock Exchange (NYSE). Laporan tersebut diserahkan oleh pihak klub pada hari Kamis, tanggal 26 Februari 2026, sebagai bentuk transparansi kepada para pemegang saham. Dokumen finansial ini menjadi bukti nyata betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk sebuah pergantian kursi kepelatihan.
Laporan kerugian akibat pemecatan ini muncul tepat sehari setelah Manchester United mengumumkan catatan laba yang sebenarnya cukup impresif. Klub tercatat membukukan keuntungan sebesar 32,6 juta pound sterling atau setara dengan Rp 738,6 miliar pada periode laporan terbaru. Laba tersebut merupakan hasil performa finansial pada laporan kuartal kedua yang berakhir hingga 31 Desember 2025.
Meskipun mencatatkan laba besar, pengeluaran mendadak untuk kompensasi Amorim tetap menjadi sorotan tajam bagi para pengamat dan investor. Manajemen kini harus memutar otak agar stabilitas keuangan klub tetap terjaga dengan baik di sisa musim yang sedang berjalan. Tekanan terhadap jajaran direksi diprediksi akan terus meningkat seiring dengan hasil evaluasi kinerja tim di lapangan hijau nanti.
Kasus pemecatan Ruben Amorim ini menjadi pelajaran berharga bagi Manchester United dalam mengelola hubungan profesional dengan staf kepelatihan mereka. Biaya ratusan miliar rupiah tersebut menunjukkan risiko besar di balik setiap keputusan strategis yang diambil oleh klub secara mendadak. Kini publik menanti bagaimana langkah selanjutnya dari Setan Merah untuk bangkit dari guncangan finansial serta manajerial ini.
Sumber: Beritasatu