PORTAL7.CO.ID - Pertandingan ketat antara Porto dan Nottingham Forest dalam leg pertama perempat final Liga Europa harus puas berakhir dengan skor imbang 1-1 di Estádio do Dragão, pada Kamis, 9 April 2026. Kedua tim menampilkan performa yang sangat dinamis sepanjang 90 menit pertandingan.

Porto berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Willian Gomes. Gol tersebut tercipta memanfaatkan umpan silang mendatar yang dikirimkan dengan baik oleh rekannya, Gabri Veiga.

Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama setelah Nottingham Forest mendapatkan gol penyeimbang. Gol tersebut ironisnya tercipta dari sebuah gol bunuh diri yang dilakukan oleh bek Porto, Martim Fernandes, setelah salah mengantisipasi arah bola.

Awal laga menunjukkan Porto tampil dominan dan melancarkan serangan cepat, namun gol bunuh diri tersebut secara signifikan meredam momentum yang sedang mereka bangun. Setelah itu, Nottingham Forest mulai mengambil alih kendali permainan dari lini tengah.

Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi, mendorong kedua tim melakukan pergantian pemain untuk menyegarkan taktik. Pelatih Porto, Francesco Farioli, memasukkan Victor Froholdt, Pepê, dan Deniz Gül untuk meningkatkan daya gedor.

Sementara itu, Vítor Pereira dari Nottingham Forest merespons dengan mengganti Morgan Gibbs-White dan Dilane Bakwa dengan Omari Hutchinson serta Neco Willians untuk menjaga ritme permainan.

Keputusan wasit Marco Guida menjadi sorotan ketika ia menganulir gol yang seharusnya dicetak oleh Igor Jesus untuk Forest, karena dinilai terjadi pelanggaran terhadap kiper Porto, Diogo Costa. Keputusan tersebut mempertahankan skor tetap 1-1 hingga akhir laga dan menambah ketegangan.

Pertemuan ini memiliki nilai emosional tersendiri mengingat pelatih Forest, Vítor Pereira, pernah menukangi Porto dan meraih gelar Liga Primeira secara beruntun. Ini merupakan pertemuan resmi kedua antara kedua klub, di mana pertemuan pertama dimenangkan Forest 2-0.

Francesco Farioli mengungkapkan optimisme timnya menjelang pertandingan krusial ini, "Nantinya level motivasi tinggi untuk bisa bermain di perempat final Liga Europa melawan tim seperti ini. Kami juga ada di tempat yang seharusnya dalam hal performa, komitmen dan kemauan untuk menang," ujarnya.