Sumsel United berhasil memenangkan duel sengit kontra PSPS Pekanbaru dalam lanjutan kompetisi Championship 2025/2026. Laskar Juaro mengamankan skor tipis 3-2 dalam pertandingan yang penuh drama di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Palembang. Hasil ini merupakan kemenangan krusial yang membawa mereka merangsek naik di papan atas klasemen liga.

Kemenangan yang diraih pada Sabtu (10/1/2026) sore tersebut memiliki dampak signifikan pada peta persaingan liga. Sumsel United kini secara resmi menduduki peringkat kedua klasemen sementara. Mereka sukses menggeser Adhyaksa FC Banten dan kini hanya berjarak tipis dengan pemuncak klasemen, Garudayaksa FC.

Pertandingan pekan ke-15 ini berlangsung sangat ketat sejak peluit awal dibunyikan. PSPS Pekanbaru sempat unggul terlebih dahulu melalui eksekusi penalti Ilham Fatoni pada menit ke-23. Namun, Sumsel United berhasil membalas cepat empat menit kemudian lewat gol Juninho Cabral.

Drama terbesar terjadi ketika Sumsel United harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-31. Gelandang Rachmad Hidayat diganjar kartu merah langsung oleh wasit, membuat situasi menjadi sangat sulit bagi tuan rumah. Meskipun demikian, daya juang Laskar Juaro patut diacungi jempol karena mampu menahan gempuran dan mencari celah kemenangan.

Kehilangan satu pemain justru tidak membuat Sumsel United menyerah dalam upaya meraih tiga poin penuh. Gol kedua PSPS yang dicetak Vieri Doni pada menit ke-29 sempat membawa tim tamu kembali unggul 2-1 di babak pertama. Namun, di babak kedua, Kahar Kalu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-52.

Momentum kemenangan akhirnya berhasil diamankan oleh Sumsel United di detik-detik akhir pertandingan. Penyerang asing Diego Dall'Oca muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-90. Gol dramatis ini memastikan Sumsel United menutup laga dengan skor 3-2 yang disambut sorak sorai pendukung di GSJ.

Hasil ini mengukuhkan ambisi Sumsel United untuk memperebutkan gelar juara Championship musim 2025/2026. Tim asuhan pelatih kepala tersebut kini memiliki modal berharga untuk terus menekan Garudayaksa FC di puncak klasemen. PSPS Pekanbaru, di sisi lain, harus pulang dengan tangan hampa meski sempat unggul jumlah pemain selama hampir satu jam pertandingan.