PORTAL7.CO.ID - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara tegas mendorong percepatan implementasi hasil-hasil penelitian di bidang perikanan. Fokus utama penekanan ini adalah memastikan inovasi tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh para pembudidaya ikan di Indonesia.
Dorongan strategis ini disampaikan langsung oleh anggota dewan saat melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar yang berlokasi di Kota Bogor. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Maret 2026 lalu.
Tujuan mendasar dari tinjauan lapangan ini adalah untuk menjembatani kesenjangan antara laboratorium penelitian dan praktik langsung di sektor perikanan budidaya. Hal ini dianggap krusial untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pembudidaya.
Dilansir dari bogorplus.id, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, secara khusus menyoroti beberapa temuan riset yang dianggap memiliki potensi dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan pembudidaya. Inovasi tersebut dinilai harus segera didiseminasikan.
Salah satu contoh nyata inovasi unggulan yang disoroti adalah pengembangan alat pengasapan ikan. Teknologi ini dipandang mampu memberikan nilai tambah ekonomis yang substansial bagi hasil panen para pembudidaya.
"Alat pengasapan ikan sebagai salah satu inovasi yang memiliki dampak nyata bagi pembudidaya," ujar Titiek Soeharto. Pernyataan ini menekankan pentingnya teknologi yang aplikatif dan langsung terasa manfaatnya.
Lebih lanjut, penekanan Komisi IV adalah agar hasil riset tidak hanya berhenti sebagai laporan akademis semata. Inovasi tersebut harus bertransformasi menjadi teknologi siap pakai yang mudah diakses dan dioperasikan oleh masyarakat perikanan.
Kunjungan kerja spesifik ke Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar ini diharapkan menjadi momentum untuk menyusun strategi konkret. Strategi tersebut harus memastikan alur adopsi teknologi dari peneliti ke pengguna akhir berjalan mulus tanpa hambatan birokrasi.
Pemanfaatan teknologi yang matang dari lembaga riset seperti yang ada di Bogor ini diharapkan dapat menjadi kunci utama dalam modernisasi sektor perikanan budidaya nasional di masa mendatang.