Jakarta - Ibadah haji dan umrah, selain menjadi kewajiban bagi umat Muslim yang mampu, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar. Namun, apa jadinya jika potensi tersebut justru menjadi "bom waktu" bagi devisa negara? Presiden Prabowo Subianto melihat adanya ketidakseimbangan yang perlu segera diatasi. Dana haji yang seharusnya bisa menjadi motor penggerak ekonomi dalam negeri, justru sebagian besar mengalir deras ke luar negeri.
Alarm Devisa Berbunyi Kencang
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menyoroti situasi serius terkait arus devisa haji. "Nah, 80 persen itu cash outflow. Karena itulah perintah Presiden adalah harus dikurangi cash outflow-nya," tegas Dahnil usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dilansir dari pemberitaan nasional (13/2)