PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Malaysia sedang mengintensifkan upaya diplomatik dengan otoritas Iran menyusul adanya hambatan yang dihadapi dua kapal tanker milik negara tersebut. Insiden ini terjadi ketika kedua kapal tanker yang membawa pasokan bahan bakar seharusnya dapat melintas dengan aman setelah berhasil keluar dari area Selat Hormuz pada hari Jumat, 24 April 2026.

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, menjadi juru bicara utama dalam mengumumkan langkah negosiasi ini kepada publik. Beliau menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas munculnya pembatasan baru yang memicu penahanan operasional kapal-kapal tersebut.

Situasi ini menjadi perhatian serius karena izin pelayaran sebelumnya untuk dua kapal tanker tersebut telah dikantongi, bahkan termasuk persetujuan langsung dari presiden Republik Islam Iran. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai dasar hukum pembatasan yang diterapkan secara mendadak di lapangan.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan perkembangan terkini mengenai kondisi armada tersebut kepada awak media. Beliau berbicara usai menunaikan salat Jumat di Masjid Bandar Permas Jaya, Johor Bahru, pada tanggal publikasi berita ini.

Saat memberikan keterangan, Anwar mengonfirmasi bahwa salah satu dari kapal yang dimaksud telah berhasil mencapai daratan Malaysia, sementara unit lainnya sudah berada di ambang memasuki perairan nasional. Namun, terdapat dua kapal yang sudah keluar dari Selat Hormuz masih menghadapi kendala yang tidak terduga.

Perdana Menteri menegaskan bahwa upaya komunikasi terus dilakukan secara berkelanjutan untuk melenyapkan hambatan administratif atau teknis yang muncul tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pihaknya merasa perlu adanya klarifikasi mengingat semua prosedur perizinan telah dianggap rampung.

"Pihak kami sedang bernegosiasi karena persetujuan itu sebenarnya sudah pernah diberikan sebelumnya," ujar Datuk Seri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, menekankan kebingungan atas munculnya batasan baru tersebut.

Selain kedua kapal tersebut, Anwar Ibrahim juga memberikan klarifikasi mengenai nasib satu unit kapal tambahan yang sempat dikabarkan tertahan di kawasan tersebut. Kapal ketiga ini mengalami kendala yang berbeda sifatnya dibandingkan dua kapal lainnya.

"Satu kapal lagi masih tertahan di sana karena kerusakan teknis, yang saat ini mencegahnya untuk berangkat," kata Datuk Seri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, menjelaskan adanya masalah operasional pada kapal ketiga tersebut.